Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Muhammadiyah Imbau Umat Islam Tidak Salat Idulfitri di Lapangan

Muhammadiyah Imbau Umat Islam Tidak Salat Idulfitri di Lapangan
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Muhamadiyah, Syamsul Anwar. Dok: istimewa
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Muhammadiyah mengingatkan umat Islam agar tidak menggelar Salat Idultitri di lapangan yang berpotensi mendatangkan banyak orang.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhamadiyah, Syamsul Anwar menjelaskan pihaknya telah mengeluarkan Tuntunan Salat Idulfitri dalam Kondisi Pandemi Covid-19.

Dari keterangan Syamsul Anwar, pada tanggal 1 Syawal 1441 H jika keadaan masih dinyatakan belum aman untuk berkumpul, maka salat Idulfitri di lapangan sebaiknya ditiadakan.

1. Salat Idulfitri bisa dilakukan di rumah masing-masing

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Muhamadiyah, Syamsul Anwar. Dok: istimewa
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Muhamadiyah, Syamsul Anwar. Dok: istimewa

Syamsul menjelaskan, umat bisa melakukan Salat Idulfitri di rumah bersama dengan anggota keluarga. Untuk tata cara Salat Idulfitri di rumah, sama seperti salat di lapangan saat kondisi normal.

"Pelaksanaan Salat Id di rumah tidak membuat jenis ibadah baru. Salat Id yang dikerjakan di rumah adalah seperti salat yang ditetapkan dalam sunah Nabi SAW. Hanya tempatnya dialihkan ke rumah karena pelaksanaan di lapangan yang melibatkan konsentrasi orang banyak tidak dapat dilakukan," ungkapnya melalui keterangan tertulis pada Jumat (15/5).

Syamsul juga mengatakan Salat Id tidak dapat dialihkan ke masjid, karena dimungkinkan sebagai tempat berkumpul banyak umat. 

2. Tidak akan mengurangi nilai ibadah

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Muhamadiyah, Syamsul Anwar. Dok: istimewa
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Muhamadiyah, Syamsul Anwar. Dok: istimewa

Syamsul menjelaskan, dengan meniadakan Salat Id di lapangan maupun di masjid tidak akan mengurangi nilai ibadah. 

"Tidak ada ancaman agama bagi orang yang tidak melaksanakan Salat Id di lapangan atau masjid, karena itu adalah ibadah sunnah," terangnya.

3. Pandemik COVID-19 merupakan ancaman nyata

Agus Samsudin, Ketua MCCC PP Muhammadiyah. Dok: istimewa
Agus Samsudin, Ketua MCCC PP Muhammadiyah. Dok: istimewa

Sementara itu, Agus Samsudin, Ketua MCCC PP Muhammadiyah menjelaskan,pandemik COVID-19 merupakan ancaman nyata terhadap kehidupan umat manusia. Untuk itu, umat Islam diingatkan untuk menghindarkan kemudaratan apalagi yang mengancam nyawa manusia.

"Usaha untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 adalah bentuk empati sekaligus upaya untuk menghilangkan kemudaratan. Kita tidak boleh menganggap daerah kita sebagai daerah yang tidak mungkin terjangkit wabah corona. Menjaga untuk tetap menjadi kawasan aman dari COVID-19 jauh lebih mulia daripada menunggu ada yang terpapar baru melakukan antisipasi,” tegasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
Siti Umaiyah
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Negara Terancam Kaos, Sosiolog UGM: Pemerintah Harus Peka Atasi Krisis

07 Jun 2026, 21:36 WIBNews