Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Minggu Dini Hari, Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,5 Km

Minggu Dini Hari, Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,5 Km
Awan panas guguran Gunung Merapi. (Dok. BPPTKG)
Share Article

Sleman, IDN Times - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Minggu (4/7/2021) dini hari. Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyampaikan awan panas guguran tersebut terpantau meluncur pada pukul pukul 04.36 WIB dengan jarak luncur sejauh 1.500 meter. 

"Tercatat di seismogram dengan amplitudo 27 mm dan durasi 122 detik. Jarak luncur 1.500 m ke arah Barat Daya," ungkapnya pada Minggu (4/7/2021). 

1. Hari sebelumnya, Merapi luncurkan awan panas sejauh 2.000 meter

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Menurut Hanik, pada hari sebelumnya, Sabtu (3/7/2021), Gunung Merapi juga terpantau mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2.000 meter. Dari pengamatan yang dilakukan dari pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, teramati ada dua kali awan panas.

"Teramati 2 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 2.000 m ke arah Barat Daya," katanya.

2. Belasan lava pijar juga teramati

default-image.png
Default Image IDN

Selain awan panas, BPPTKG juga mengamati adanya belasan kejadian lava pijar. Setidaknya ada sebanyak 12 kali lava pijar yang mengarah ke Barat Daya dengan jarak maksimal sejauh 1.800 meter dan tujuh kali lava pijar yang mengarah ke Tenggara.

"(Teramati) 7 kali lava pijar ke Tenggara dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter," terangnya.

Hanik menjelaskan, BPPTKG juga mengamati adanya asap warna putih, intensitas sedang hingga tebal dengan ketinggian 100 m di atas puncak serta 200 kali gempa guguran, 2 kali gempa low frequency, 89 gempa fase banyak, 27 kali gempa vulkanik dangkal, 3 kali gempa tektonik serta 14 kali gempa hembusan.

3. Merapi masih berstatus Siaga

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Hanik menjelaskan, saat ini status Merapi berada pada level Siaga. Untuk potensi bahaya sendiri berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Tenggara-Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah Sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeg dan Putih.

"Sedangkan untuk lontaran material vulkanik bila erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dan puncak," paparnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
Paulus Risang
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah

Latest News Jogja

See More

Gempa di Pacitan Magnitudo 5,6 Terasa hingga ke Jogja

27 Jun 2026, 15:21 WIBNews