Sleman, IDN Times - Duduk di kursi jeep barisan depan, angin sejuk terasa menerpa wajah, ditambah aroma khas dataran tinggi menusuk hidung. Deburan mesin jeep yang bertenaga memecah keheningan alam, siap membawa menjelajahi lereng Merapi yang memesona.
Jalanan berbatu dan berlumpur menantang adrenalin. Jeep melaju gesit, melewati rintangan demi rintangan. Sesekali, roda jeep tergelincir di lumpur, membuat jantung berdebar kencang.
Pemandangan di depan mata begitu menakjubkan. Hamparan hijau bagaikan permadani terbentang luas. Di kejauhan, puncak Merapi menjulang tinggi, gagah dan menawan, menemani perjalanan.
Suara gemuruh air sungai terdengar di kejauhan. Jeep berhenti di tepi sungai, para penumpang diajak menikmati kesegaran air yang jernih.
Perjalanan berlanjut menuju sebuah spot wisata. Mendengar namanya mungkin akan membuat sebagian orang bergidik ngeri. “Museum Mini Sisa Hartaku” mengingatkan pengunjung keganasan letusan Gunung Merapi, melalui puing-puing harta warga setempat.
Menjelang sore hari, jeep kembali mengantar kita ke base camp. Perjalanan yang penuh petualangan dan kenangan indah.
“Wisata jeep di lereng Merapi bukan hanya tentang menikmati keindahan alam, tapi juga tentang belajar tentang budaya lokal dan sejarah Merapi,” kata Ika Purnomowati, perwakilan MGM 2 Adventure, sebuah operator Jeep Wisata Lava Tour Jumat (29/03/2024) di Hargobinangun, Sleman.
