Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi terisak saat memberikan keterangan. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Para tenaga medis ini kemudian diantar ke Gedung Nawa Cita. Namun, sebelumnya mereka diperiksa kesehatannya terlebih dahulu.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi ikut mengantar sampai depan Gedung Nawa Cita. Pada momen inilah, disampaikannya apresiasi setinggi-tingginya bagi para penghuni baru Balai Pusdiklat PPSDM Kemendagri Regional Yogyakarta dari dirinya dan warga.
"Alhamdulillah tadi masyarakat juga luar biasa menyambut kedatangan teman-teman ... tadi pagi masyarakat menelpon saya. Mengatakan ... bahwa kami akan menyambut kedatangan para pejuang kemanusiaan...," ungkap Heroe yang mulai terisak.
Pada titik itu air matanya tak mampu dibendung. Heroe bahkan sampai harus berulang kali berhenti bicara karena tak kuasa menahan emosinya.
"Ditunjukkan dengan, ditunjukkan dengan, ditunjukkan dengan poster-poster yang dibuat sejak pagi tadi. Saya merasa ada sesuatu yang luar biasa siang ini. Masyarakat sangat terbuka dan memberikan kesempatan pada seluruh tenaga kesehatan untuk bisa menjalankan tugasnya dengan luar biasa," katanya.
Dirinya pun mengucap terima kasih kepada Pemda DIY karena tenaga medis ini disediakan tempat untuk beristirahat. Sebelumnya, mereka harus rela menginap 16 hari di ruangan milik RSUD Kota Yogyakarta.
Heroe tak menampik alasan mereka harus mengungsi lantaran ada yang ditolak oleh warga di tempat mereka tinggal. Padahal protokol tinggi kesehatan dan kebersihan sudah dijalankan agar mereka tak menjadi pembawa virus usai menangani pasien COVID-19.
"Pertama, awalnya mereka sempat ada yang tidak boleh pulang, tapi kemudian beberapa boleh. Ya daripada menjadi kontroversi di masyarakat, kemudian dinkes provinsi dan Pak Gub mencari untuk bisa dijadikan tampungan supaya teman-teman tenaga kesehatan secara kejiwaan juga nyaman," papar Heroe.