Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ma'ruf Amin: Salat Idul Fitri Boleh Digelar dengan Prokes

Ma'ruf Amin: Salat Idul Fitri Boleh Digelar dengan Prokes
Ilustrasu pelaksanaan Salat Idul Fitri 1442 H di tengah pandemik COVID-19. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum).
Share Article

Gunungkidul, IDN Times - ‎Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, menegaskan pelaksanaan salat Idul Fitri boleh digelar oleh masyarakat. Namun, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan terutama menggunakan masker.‎

"Salat Idul Fitri boleh digelar di mana-mana namun harus menerapkan protokol kesehatan terutama menggunakan masker," ujarnya ‎di sela-sela acara Peresmian Fasilitas Riset Pangan, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) di Gading, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (22/4/2022).

1. Wapres Ma'ruf Amin akan melaksanakan salat Idul Fitri di Jakarta‎

Wakil Presiden RI, K.H Ma'ruf Amin (tengah). (Dok. Kominfo Gunungkidul)
Wakil Presiden RI, K.H Ma'ruf Amin (tengah). (Dok. Kominfo Gunungkidul)

Ma'ruf Amin mengatakan, untuk salat Idul Fitri yang akan datang dirinya kemungkinan akan melaksanakan di Jakarta. Saat kondisi belum normal (pandemik) salat Idul Fitri dilakukan di kediaman.

"Mungkin di Jakarta, biasanya kalau belum normal di kediaman. Ya kita lihat nanti," ucapnya.

2. Diperkirakan 70-80 juta orang akan melaksanakan mudik Lebaran‎

Ilustrasi mudik menggunakan kapal di Dermaga Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Ilustrasi mudik menggunakan kapal di Dermaga Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Sementara, terkait dengan mudik Lebaran, Ma'ruf Amin memperkirakan 70 hingga 80 juta orang akan mudik ke kampung halamannya. Terlebih, sudah dua tahun mudik dilarang oleh Pemerintah.

Oleh karenanya, ia mengimbau pemudik untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi booster.

‎"Pemudik tetap menjaga protokol kesehatan, melaksanakan vaksinasi booster. Pemerintah minta di-booster karena tempat tujuan mudik ada orang tua, anak-anak. Jangan sampai membawa virus ke kampungnya dan begitu pula sebaliknya sehingga harus dijaga," ucapnya.

3. Pemerintah daerah diminta menyiapkan vaksinasi booster‎

Ilustrasi vaksin COVID-19 untuk disuntikkan ke penerima vaksin. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Ilustrasi vaksin COVID-19 untuk disuntikkan ke penerima vaksin. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Lebih lanjut, Ma'ruf Amin meminta ‎pemerintah daerah menyiapkan vaksinasi booster. Jangan sampai terjadi peningkatan kasus COVID-19 karena di beberapa negara sudah ada kenaikan sehingga protokol kesehatan harus dijaga.

"Saya minta pemerintah daerah juga menyiapkan itu (vaksinasi booster) agar tidak terjadi peningkatan (kasus COVID-19," tuturnya.‎

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More

Garuda Institute Minta Pemerintah Evaluasi BGN, Ini 7 Rekomendasinya

27 Jun 2026, 18:51 WIBNews