Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mahasiswa UGM Meninggal Saat Glamping, Pihak Kampus Tunggu Penyelidikan
Ilustrasi orang meninggal (pixabay.com/soumen82hazra)
  • Mahasiswa UGM bernama Bagas Amar Hakiki ditemukan meninggal bersama keluarganya di ruang glamping Posong, Temanggung, dan kampus menunggu hasil penyelidikan polisi terkait penyebab kematian.
  • Bagas merupakan mahasiswa Sastra Prancis FIB UGM semester 8 sekaligus fotografer lepas di Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta yang dikenal memiliki keahlian fotografi mumpuni.
  • Empat korban satu keluarga asal Ambarawa ditemukan tak bernyawa di lokasi glamping dengan peralatan barbeque di sekitar mereka, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Empat wisatawan, termasuk mahasiswa UGM bernama Bagas Amar Hakiki, ditemukan meninggal dunia di ruang glamping objek wisata Posong, Kabupaten Temanggung.
  • Who?
    Korban terdiri dari satu keluarga asal Ambarawa: MAM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21) yang merupakan mahasiswa UGM sekaligus fotografer lepas Keraton Yogyakarta.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di ruang glamping kawasan wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
  • When?
    Korban ditemukan meninggal pada Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 15.45 WIB setelah terakhir terlihat pada malam sebelumnya.
  • Why?
    Penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan kepolisian; hingga saat ini belum ada kepastian mengenai faktor yang menyebabkan para korban meninggal dunia.
  • How?
    Kecurigaan muncul saat petugas tidak mendapat respons dari kamar glamping. Setelah pintu dibuka, keempat korban ditemukan tak bernyawa dengan peralatan barbeque di sekitar lokasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Universitas Gadjah Mada (UGM) membenarkan bahwa Bagas Amar Hakiki (21), salah seorang wisatawan yang meninggal di ruang glamping obyek wisata Posong Kabupaten Temanggung, adalah mahasiswa kampusnya. Selain itu, Bagas juga diketahui merupakan salah satu fotografer lepas untuk unit kerja atau departemen milik Keraton Yogyakarta.

Harap penyelidikan ungkap penyebab kematian

Menurut informasi yang dihimpun, korban adalah mahasiswa Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM semester 8.

Dekan FIB, Setiadi membenarkan informasi tersebut. Hanya saja pihaknya tak memiliki informasi lain selain itu. Kampus sejauh ini hanya bisa menanti informasi lebih lanjut dari kepolisian.

"Semoga hasil penyelidikan polisi bisa memastikan penyebab meninggalnya Mas Bagas," kata Setiadi, Kamis (28/5/2026).

Fotografer lepas untuk Keraton Yogyakarta

Menurut informasi yang dihimpun, Bagas semasa hidupnya pernah ambil bagian di Kawedanan Tandha Yekti atau departemen di bawah Kawedanan Hageng Panitrapura yang mengelola dokumentasi, arsip, dan publikasi digital Keraton Yogyakarta.

Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW. Kartiutami Guritno menyebut Bagas pernah jadi peserta program magang di Kawedanan Tandha Yekti tahun 2024.

Keahlian fotografi yang dianggap mumpuni membuat Bagas bersama dua orang temannya bergabung ke tim dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti selepas masa magang. Posisi Bagas adalah fotografer lepas.

"Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik," kata Kartiutami.

Sekeluarga ditemukan tak bernawa di ruang glamping

Sebelumnya diberitakan, empat wisatawan asal Ambarawa Kabupaten Semarang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbujur kaku di dalam ruangan glamping obyek wisata Posong Kabupaten Temanggung. Keempat wisatawan itu diketahui merupakan satu keluarga ditemukan tak bernyawa pada Rabu (27/5/2026).

Kasatreskrim Polres Temanggung, Iptu Komang Mahendra Deputra saat berada di RSUD Kabupaten Temanggung Kamis (28/5/2026), menyampaikan empat wisatawan yang meninggal dunia tersebut beralamatkan dari Desa Panjang Kecamatan Ambarawa Ungaran.

Identitas keempat korban diketahui masing-masing berinisial MAM (52) dan M (43) yang bekerja sebagai pedagang, serta dua orang pelajar berinisial AEH (17) dan BAH (21).

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian, rombongan keluarga tersebut tiba di area wisata pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB untuk melakukan reservasi tempat.

Kecurigaan mulai muncul pada keesokan harinya, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Petugas tempat wisata bernama Zaki mendatangi lokasi untuk melakukan pembersihan area sekaligus mengingatkan waktu check-out. Namun, saat itu petugas tidak mendapatkan respons atau jawaban dari dalam ruangan.

Pada pukul 15.45 WIB, saksi Zaki kembali mendatangi lokasi dan mengetuk pintu. Karena tetap tidak ada jawaban, petugas akhirnya membuka pintu tersebut.

Di situlah ditemukan keempat korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh yang telah kaku. Di sekitar lokasi penemuan, petugas menemukan peralatan barbeque serta sisa bahan makanan yang dibawa sendiri oleh para korban.

Mengenai penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses investigasi masih terus berjalan dan meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi.

Editorial Team

Related Article