Lurah di Gunungkidul Positif COVID-19, Kantor dan Klinik Ditutup

Gunungkidul, IDN Times - Seorang Lurah di Saptosari, Kabupaten Gunungkidul dinyatakan positif COVID-19. Akibatnya kantor lurah harus ditutup sementara.
Panewu Saptosari, Djarot Hadi Atmojo menyatakan perangkat kelurahan yang dinyatakan positif COVID-19 diketahui setelah dilakukan tes swab.
1. Kantor kelurahan ditutup sementara

Ilustrasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) Selama penutupan sementara, kantor kelurahan dilakukan penyemprotan disinfektan dan dilakukan sterilisasi.
" Lurah ini harus isolasi mandiri sehingga kantor kalurahan juga harus ditutup sementara," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (15/9/2020).
2. Klinik milik lurah juga ditutup

ilustrasi protokol kesehatan (IDN Times/Mardya Shakti) Djarot menambahkan selain penutupan kantor lurah, sebuah klinik di Saptosari terpaksa ditutup sementara. Penutupan ini dilakukan setelah salah seorang warga yang positif COVID-19 sempat mendapatkan pelayanan di klinik tersebut.
"Klinik milik lurah tersebut juga ditutup sementara. Ditutup sementara sejak hari Rabu (9/9/2020) karena ada tiga orang yang tertular," tutup Djarot
3. Jumlah positif COVID di Gunungkidul tercatat 217 kasus

Ilustrasi. Pexels.com/cottonbro Hingga Senin, 15 September 2020, berdasarkan data Dinas Kesehatan Gunungkidul, jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten GunungKidul sebanyak 217 kasus.
Dari kasus konfirmasi 217 kasus terdiri dari 187 orang sembuh. Sedangkan dalam masa perawatan sebanyak 23 kasus, dan tujuh pasien meninggal dunia.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















