Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Libur Nataru, Harga Ikan Laut di Pantai Depok Bantul Merangkak Naik

‎Pemilik Depot Ikan Segar 'BI' di Pantai Depok, Purwandi Prasetyo . (IDN Times/Daruwaskita)
‎Pemilik Depot Ikan Segar 'BI' di Pantai Depok, Purwandi Prasetyo . (IDN Times/Daruwaskita)
Intinya sih...
  • Harga ikan laut di tingkat depot ikan segar mengalami kenaikan cukup signifikan. Ikan cakalang naik dari Rp22 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
  • Hanarga ikan di depot berbeda dengan harga ikan di Pasar Ikan Depok maupun ikan hasil tangkapan langsung dari nelayan.
  • Tak ada patokan resmi harga ikan hasil tangkapan nelayan yang dibeli wisatawan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Memasuki libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, harga berbagai jenis ikan laut dan ikan air tawar di Pantai Depok, Kabupaten Bantul, mulai merangkak naik. Kenaikan harga tersebut seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan pantai.

Pemilik Depot Ikan Segar BI di Pantai Depok, Purwandi Prasetyo, mengatakan kenaikan harga ikan laut maupun ikan air tawar sudah terjadi sejak awal Desember. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya permintaan dari konsumen.

"Hampir semua jenis ikan laut maupun ikan tawar naik karena naiknya permintaan," katanya, Minggu (21/12/2025).

‎1. Semua jenis ikan laut dan air tawar merangkak naik

Ikan cakalang. (IDN Times/Daruwaskita)
Ikan cakalang. (IDN Times/Daruwaskita)

Menurut Purwandi, harga ikan laut di tingkat depot ikan segar mengalami kenaikan cukup signifikan. Ikan cakalang naik dari Rp22 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Harga cumi naik dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram, udang dari Rp50 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram, serta sotong dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Selain itu, harga kerang simping naik dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, kerang dara dari Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram, bawal laut dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram, serta wader laut atau teri sliding dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.

"Untuk harga ikan air tawar seperti gurami dari Rp45 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu per kilogram. Jadi semua jenis ikan naik," kata pria yang disapa akrab Adi ini.

‎2. Harga ikan di pasar ikan Depok jauh lebih mahal dibandingkan harga ikan di depot ikan

Ikan gurami. (IDN Times/Daruwaskita)
Ikan gurami. (IDN Times/Daruwaskita)

Adi mengatakan harga ikan di depot berbeda dengan harga ikan di Pasar Ikan Depok maupun ikan hasil tangkapan langsung dari nelayan. Ia menyebutkan harga ikan di Pasar Ikan Depok umumnya lebih mahal dibandingkan di depot, karena sebagian besar pasokan ikan di pasar tersebut berasal dari depot-depot ikan di sekitar Pantai Depok.

"Harga ikan hasil tangkapan nelayan juga dipastikan jauh lebih mahal namun keuntungannya ikan dipastikan segar karena langsung tangkapan dari laut," ujarnya.

"Paling banyak ikan yang dibeli dari depot ikan cakalang dan cumi-cumi meski terkadang ada yang mencari ikan bawal. Sayangnya ikan bawal itu ada musiman tidak setiap hari ada," tambahnya lagi.

3. Tak ada patokan resmi harga ikan hasil tangkapan nelayan yang dibeli wisatawan

Wisatawan Pantai Depok berburu ikan segar dari nelayan.(IDN Times/Daruwaskita)
Wisatawan Pantai Depok berburu ikan segar dari nelayan.(IDN Times/Daruwaskita)

Salah satu nelayan Pantai Depok, Mistok (45), mengaku hasil tangkapan nelayan saat ini cukup beragam. Namun, sebagian besar nelayan lebih banyak memburu ikan layur dan bawal karena memiliki nilai jual yang relatif tinggi.

"Harga ikan bawal satu ekor yang bobotnya diatas satu kilogram sudah tembus Rp200 ribu dan akan melonjak 100 persen jelang hari raya Imlek," ucapnya.

Ia menjelaskan, harga ikan tangkapan nelayan yang dijual melalui tempat pelelangan ikan (TPI) sudah memiliki patokan per kilogram. Namun, ketika dijual langsung kepada wisatawan, harga tersebut tidak memiliki patokan pasti.

"Namun dipastikan lebih mahal dibandingkan harga ikan di TPI apalagi di depot ikan," ujarnya.

"Tapi yang jelas ikan hasil tangkapan nelayan dipastikan ikan segar bukan ikan yang diawetkan dengan es," tambahnya lagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Musisi Jalanan di Malioboro Diberi Fasilitas Keuangan Digital

15 Jan 2026, 22:28 WIBNews