Kumbung jamur BUMKal Mulyo Rahayu Tirtomulyo, Bantul, yang memanfaatkan sisa kayu jati dari produksi mebel PT BMN. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Staf Ahli Bupati Bantul Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Bobot Ariffi Aidin, yang mewakili Bupati Bantul, menyebut program tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi lokal.
"Ini adalah salah satu langkah yang positif dan menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat membutuhkan kolaborasi dan gotong royong dari semua pihak," kata Bobot.
Menurut Bobot, pemerintah berperan melalui kebijakan dan fasilitasi, sedangkan dunia usaha memberikan dukungan melalui investasi dan kepedulian sosial. BUMKal bersama masyarakat kemudian menjadi penggerak kegiatan ekonomi di lapangan.
Pengembangan usaha berbasis potensi lokal tersebut juga sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
Pemanfaatan sisa kayu jati untuk pembangunan kumbung juga sejalan dengan TPB/SDGs Nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen PT BMN sebagai bagian dari PT Berdikari (Persero) dalam menciptakan manfaat ekonomi dan sosial sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.