Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kuliah Tatap Muka di Sleman akan Diterapkan Bertahap
Ilustrasi Kuliah Online (IDN Times/Candra Irawan)

Sleman, IDN Times - Pembelajaran tatap muka dalam perguruan tinggi di Kabupaten Sleman mulai diizinkan meski secara terbatas.

Kabag Organisasi Pemkab Sleman, Anton Sujarwa menjelaskan, nantinya pelaksanaan pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap dengan proyek percontohan.

1. Akan koordinasi dengan Satgas Pemda DIY

Ilustrasi Kuliah Online (IDN Times/Candra Irawan)

Meski demikian, Anton menjelaskan jika pembukaan pembelajaran tatap muka terbatas ini juga akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Satgas di Pemda DIY maupun kampus-kampus. Menurutnya, saat ini kampus masih melaksanakan pembelajaran secara daring.

"Sepengetahuan kami demikian. Kalau pihak kampus akan menindaklanjuti ini (tatap muka) tentu akan koordinasi dengan kami," katanya.

2. Kuliah praktik telah dikoordinasikan

Ilustrasi laboratorium (ANTARA FOTO/Moch Asim)

Anton menerangkan, bagi perguruan tinggi yang ingin melakukan pembelajaran tatap muka, maka harus memiliki skenario terlebih dahulu. Berkaitan dengan kuliah praktik, yang sebagian sudah dilakukan secara tatap muka, Anton menjelaskan jika hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan.

"Kalau yang sifatnya praktik misalkan kedokteran dan sebagainya selama ini sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan," terangnya.

3. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini menyebut ada sejumlah persyaratan yang perlu dilengkapi oleh mahasiswa, bila akan kembali ke DIY, khususnya Sleman untuk kuliah. Di antaranya yakni bukti surat sudah divaksinasi.

"Semua mahasiswa yang mau belajar dan datang ke Sleman, harus sudah membawa bukti sudah divaksin dan harus terhindar dari COVID-19," kata Kustini, di Pendopo Parasamya.

Editorial Team

Related Article