Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Klaster Takziah Bantul Tulari Warga di 7 Kapanewon Sleman
ilustrasi ruang isolasi (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)

Sleman, IDN Times - Klaster takziah dari Bantul semakin menggurita. Penyebaran COVID-19 hingga hingga tiga kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bahkan keterangan Kepala Dinas Kesehatan Cahya Purnama, setidaknya beberapa warga di tujuh kapanewon Sleman tertular. 

1. Tercatat 69 orang positif COVID-19

Ilustrasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Cahya menjelaskan berdasarkan data terakhir setidaknya 69 orang dinyatakan positif COVID akibat klaster ini. Di Kapanewon Gamping terdapat 16 kasus, Kapanewon Godean 31 kasus, Moyudan tercatat sembilan kasus.

"Ditambah Kapanewon Minggir dan Seyegan masing-masing enam kasus, Ngaglik dan Depok 2 kasus. Dari tanggal 5 kemarin ada 69 positif," ungkapnya pada Senin (8/11/2021).

2. Warga positif ditangani di isoter

Ilustrasi ruang isolasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menjelaskan, puskemas di masing-masing kapanewon telah menangani warga dan mengirimkan di selter yang telah disediakan.

"Kemarin positif sudah ditracing semua sebanyak 69 positif dan  OTG sudah ditangani di isoter," katanya.

3. Jangan sampai timbul gelombang ketiga

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. (IDN Times/Siti Umaiyah)

Bupati mengharapkan meskipun Sleman termasuk wilayah PPKM Level 2, prokes dan kegiatan seperti takziah harus tetap diperhatikan. Jangan sampai kasus di Sleman naik seperti sebelumnya.

"Masyarakat jangan kendor dan abai. Jangan sampai timbul gelombang ketiga COVID-19. Kita surati masjid, tempat ibadah, hajatan dan lain-lain untuk tetap giat jangan sampai timbul klaster baru," paparnya.

Editorial Team

Related Article