Warga melintasi spanduk wajib bermasker di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Menyisakan dua unit thermo gun, UPT Malioboro memilih pengoptimalan penjagaan di area pintu masuk Malioboro. Tepatnya di Hotel Ina Garuda untuk yang di sisi timur, dan Hamzah Batik di sisi barat.
Pemeriksaan suhu tubuh pada zona-zona di antara dua titik tersebut, sementara ini ditiadakan. Namun, dikonsentrasikan pada pengawasan tahap pemindaian QR Code bagi setiap pengunjung
"Kita maksimalkan pengunjung memindai QR Code saja," katanya.
Pemindaian QR Code bagi pengunjung ini sebagaimana diketahui, sifatnya wajib. Tujuannya, memudahkan proses pelacakan kasus manakala muncul kasus penularan virus SARS-CoV-2 di lokasi tersebut.
Ekwanto melanjutkan bahwa problem ini sudah dilaporkan ke pihak Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta selaku pemilik wewenang pengadaan thermo gun. Ke depan, barang akan kembali diadakan namun bukan model thermo gun.
"Modelnya dengan layar, jadi wajah menghadap ke layar langsung ketahuan suhunya. Tapi, nunggu pembelian yang baru sehingga Jogoboro tidak terlalu dekat dengan pengunjung kita," sebutnya.
Pihaknya pun berharap alat itu sudah bisa dikirimkan ke lapangan dalam waktu dekat ini. Atau paling tidak cadangan thermo gun yang ada untuk saat ini.
Pasalnya, momen libur panjang menanti di ujung pekan ini. "Mudah-mudahan sudah jadi (pengukur suhu), karena sudah beberapa minggu lalu," tandasnya.