Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rahasia di Balik Letak Bioskop yang Selalu di Lantai Atas Mal
ilustrasi menonton bioskop (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Penempatan bioskop di lantai atas mal merupakan strategi marketing agar pengunjung melewati berbagai toko dan restoran, sehingga meningkatkan potensi belanja sebelum atau sesudah menonton.

  • Lantai atas yang biasanya sepi dimanfaatkan untuk bioskop karena mampu menarik pengunjung khusus, membantu pemerataan arus pengunjung, dan menghidupkan area yang kurang ramai.

  • Dari sisi desain, lantai atas memberi fleksibilitas ruang luas tanpa banyak sekat serta meminimalkan gangguan suara bagi tenant lain, menjadikannya lokasi ideal untuk pembangunan bioskop.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau sering pergi ke mal, kamu mungkin menyadari satu pola yang hampir selalu sama: bioskop biasanya berada di lantai paling atas. Baik XXI, CGV, maupun Cinepolis, mayoritas memilih lokasi tersebut dibanding lantai bawah.

Ternyata, penempatan itu bukan sekadar memanfaatkan ruang yang tersisa. Ada sejumlah pertimbangan bisnis, desain bangunan, hingga kenyamanan pengunjung yang membuat lantai atas menjadi lokasi paling ideal untuk bioskop. Berikut penjelasannya.

1. Strategi marketing: Bikin pengunjung belanja dulu

ilustrasi mall pusat perbelanjaan (unsplash.com/Alexander Faé)

Letak bioskop di lantai atas bukan cuma karena kehabisan ruang di bawah. Ini adalah strategi marketing jitu! Saat kamu naik ke bioskop, kamu akan melewati deretan toko, restoran, hingga coffee shop yang menggoda. Tanpa sadar, kamu bisa aja mampir beli cemilan, makan malam dulu, atau sekadar window shopping.

Bagi pengelola mal, ini jelas win-win solution. Bioskop jadi magnet pengunjung, sementara tenant lain ikut kecipratan rezeki. Bahkan banyak mal modern yang merancang rutenya agar pengunjung harus melewati “lorong belanja” sebelum sampai ke bioskop. Cerdas, ya?

2. Efisiensi ruang: Lantai atas jarang terpakai

Ilustrasi bioskop (unsplash/ Felix Mooneeram)

Lantai atas umumnya memiliki lalu lintas pengunjung yang lebih rendah sehingga kurang diminati tenant ritel tertentu. Ini karena lantai atas biasanya memiliki lalu lintas pengunjung yang lebih rendah. Sementara, bioskop Justru sebaliknya! Orang-orang memang berniat khusus datang untuk nonton, jadi gak masalah kalau bioskop ada di atas.

Dengan menempatkan bioskop di lantai atas, mal bisa menghidupkan ruang ‘mati’ jadi spot paling ramai. Ini juga membantu distribusi pengunjung supaya tidak menumpuk di lantai bawah saja.

3. Desain bangunan lebih fleksibel

Ilustrasi bioskop (unsplash.com/Krists Luhaers)

Bioskop membutuhkan ruang luas, minim sekat, dan langit-langit tinggi untuk mengakomodasi layar besar, tata suara, dan kapasitas penonton. Nah, ternyata lantai atas justru menawarkan struktur bangunan yang lebih fleksibel untuk kebutuhan ini.

Kebutuhan ruang tanpa banyak kolom penyangga membuat lantai atas lebih fleksibel untuk pembangunan bioskop. Pembangunan bioskop pun jadi lebih hemat biaya. Ditambah lagi, suara dari film tidak akan mengganggu tenant lain karena berada jauh dari lantai-lantai sibuk di bawah.

4. Akses mudah dengan eskalator dan lift

ilustrasi lift (flickr.com/Paulo O)

Meskipun di lantai atas, akses menuju bioskop sangat mudah berkat fasilitas eskalator dan lift. Bahkan sejumlah mal sengaja membuat akses langsung dari basement atau lobi utama ke lantai atas tempat bioskop berada.

Hal ini membuat pengunjung tetap nyaman tanpa merasa capek duluan. Bahkan anak-anak atau lansia tetap bisa menjangkau bioskop tanpa masalah.

5. Penempatan yang sudah dirancang sejak awal

Suasana mal jelang ramadan berikan banyak promo. (IDN Times/Anata Siregar)

Sebagian besar mal modern saat ini memang sudah mendesain bioskop sebagai ‘anchor tenant’ di lantai atas. Jadi, ruang, pencahayaan, hingga sirkulasi udara di lantai atas sudah disesuaikan dengan kebutuhan bioskop. Ini bikin pembangunan jauh lebih efisien dibanding harus menyesuaikan ruang di lantai bawah.

Sekarang kamu gak perlu heran lagi kalau hampir semua bioskop berada di lantai paling atas mal. Di balik penempatannya, ada strategi yang menguntungkan pengelola pusat perbelanjaan sekaligus mendukung pengalaman menonton yang lebih nyaman. Jadi, lain kali saat naik ke bioskop, kamu tahu bahwa lokasi tersebut dipilih melalui perencanaan yang matang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article