Kasus PMK Merebak di Bantul, Harga Daging Sapi Tetap Stabil

- Jumlah sapi mati terpapar PMK di Bantul mencapai 337, dengan 37 ekor mati dan 2 dipotong paksa.
- PMK tidak berdampak pada harga daging sapi, permintaan masih stabil menurut Kepala DKPP.
- Peternak diingatkan untuk tidak menjual sapi terpapar PMK, Kementerian Pertanian memberikan bantuan vaksin sebanyak 30 ribu dosis.
Bantul, IDN Times - Jumlah sapi mati terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bantul bertambah. Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul menunjukkan, hingga Rabu (15/1/2025), sapi positif PMK mencapai 337, dari jumlah tersebut 37 ekor di antaranya mati, dan dua ekor dipotong paksa.
1. PMK tak turunkan harga dan permintaan daging sapi

Kepala DKPP, Joko Waluyo membenarkan terjadi kenaikan jumlah sapi mati dan terkena PMK di Bantul, dalam dua hari terdapat dua sapi mati. Namun menurutnya, PMK tidak berdampak pada harga daging sapi. Bahkan permintaan tidak mengalami penurunan. "Untuk permintaan dan harga daging sapi masih stabil," ucapnya, Kamis (16/1/2025).
2. Larang jual sapi yang terkena PMK

Joko mengingatkan peternak untuk tidak menjual sapi yang terpapar PMK kepada pedagang. Ia pun meminta peternak tidak perlu merasa khawatir berlebihan, namun tetap waspada dengan menjaga kebersihan kandang, pakan dan memberikan vaksinasi PMK kepada sapi peliharaannya.
3. Kementan memberikan bantuan 30 ribu dosis vaksin PMK

Untuk meminimalkan sapi terkena PMK, Kementerian Pertanian memberikan bantuan vaksin sebanyak 30 ribu dosis, Bantul menjadi daerah di DIY yang mendapatkan bantuan vaksin terbanyak.
"30 ribu dosis vaksin tersebut tidak sebanding dengan populasi sapi di Bantul yang mencapai 70 ribu ekor, sehingga peternak yang mampu, sebaiknya melakukan vaksinasi PMK secara mandiri," ungkapnya.















