Sleman, IDN Times - Tingginya kasus kematian akibat COVID-19, berdampak terhadap persediaan peti mati. Sekelompok relawan di Yogyakarta tergerak untuk membuat peti mati dan disumbangkan ke rumah sakit yang membutuhkan.
Salah satu tim relawan, Herlambang Yudhodharmo (55) mengungkapkan relawan yang sebelumnya tergabung sebagai aktivis Gelanggang Mahasiswa UGM ini secara spontan bersama-sama membuat peti mati sesuai standar COVID-19.
"Ada keprihatinan salah satu teman ketika mendengar ada krisis peti di RS Sardjito yang berakibat jenazah yang sudah disucikan tertahan sekian jam, menunggu peti yang sulit didapatkan. Padahal prosedur pemakaman COVID-19 itu menggunakan peti dengan plastik beberapa lapis," ungkapnya pada Jumat (9/7/2021).
