Kabar Intervensi PT yang Kritik Jokowi, Ganjar: Kampus Tidak Takut

Sleman, IDN Times - Sejumlah civitas academica Perguruan Tinggi di Indonesia mengkritisi sikap Joko 'Jokowi' Widodo menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD menyebut ada intervensi untuk menandingi gerakan pernyataan sikap tersebut. Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyebut juga mendengar kabar intimidasi dan menyebut kampus institusi yang tidak pernah takut.
Ganjar juga mengaku mendengar kabar intimidasi pada pihak kampus. Menurutnya pemerintah tidak perlu ketakutan dengan aksi sejumlah civitas academica di kampus belakangan ini.
1. Kampus dinilai tidak pernah takut

Ganjar menilai aparat penegak hukim juga tidak perlu melakukan tekanan terhadap kampus. Menurutnya tekanan tersebut justru bisa menurunkan simpati dari masyarakat.
"Dan kampus itu institusi yang tidak pernah takut. Mereka membawa pikiran-pikiran ilmiah, mereka membawa nilai-nilai kebaikan dan itulah yang terjadi," ujar Ganjar ditemui seusai acara Jathil Bareng Mas Ganjar di Embung Kali Aji, Wonokerto, Turi, Sleman, Selasa (6/2/2024).
2. Pemerintah dinilai tidak perlu khawatir akan kritik

Mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut juga menyebut jika sudah ada puluhan kampus dan masih ada tekanan, ia menilai pemerintah tidak punya perasaan. Menurutnya pemerintah tidak perlu khawatir akan kritik.
"Gak usah khawatir itu akan menggelinding lebih besar lagi," ujar Ganjar.
3. Sebut ada intervensi menandingi gerakan pernyataan sikap

Sebelumnya Mahfud MD menyebut ada sebuah upaya intervensi untuk menandingi gerakan pernyataan sikap oleh perguruan tinggi terhadap pemerintahan Presiden Joko 'Jokowi' Widodo. Upaya intervensi ini berwujud operasi mengarahkan para rektor universitas dilakukan pihak yang tidak disebutkan identitasnya oleh Mahfud.
Menurut Mahfud, operasi ini menyasar pimpinan kampus yang belum mengemukakan sikapnya. Mereka diminta menyuarakan narasi yang mengharumkan citra Jokowi.
"Operasi mendekati rektor-rektor yang belum mengemukakan pendapatnya, belum berkumpul untuk deklarasi, mereka ini diminta untuk menyatakan sikap yang berbeda," kata Mahfud dalam acara Tabrak Prof! di sebuah kafe daerah Seturan, Sleman, DIY, Senin (5/2/2024) malam.
"Sikap yang berbeda didatangi mereka untuk menyatakan bahwa Presiden Jokowi baik, pemilu baik, penanganan Covid terbaik," sambungnya.

















