Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jumlah Covid di Indonesia Naik, Bupati Bantul Minta Warga Tak Panik
ilustrasi infeksi virus corona COVID-19 (IDN Times/Mardya Shakti)

Bantul, IDN Times - Kementerian Kesehatan menyebut kasus COVID-19 meningkatkan tajam sejak akhir Oktober 2023. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan masyarakat Bantul tak perlu panik terhadap kenaikan angka COVID-19. 

"Kita sedang koordinasi, bagaimana itu (kenaikan kasus) itu kita pahami dulu. Jangan jadi isu lalu masyarakat panik," ujarnya, Selasa (12/12/2023).

 

1. Bupati Bantul minta masyarakat tidak perlu panik

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. (IDN Times/Daruwaskita)

Halim mengatakan, Pemkab Bantul sedang melihat seberapa cepat penyebaran virus COVID-19, dan karakteristiknya. "Jadi kita masih harus mempelajari itu dan harus cepat untuk melakukan respon yang memadahi. Jangan sampai membuat masyarakat panik. Kta lihat dulu saja nanti," imbuhnya.

2. Tak ada lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Bantul

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Bantul, Samsu Aryanto mengatakan tak ada lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Bantul. Temuan kasus terakhir terjadi pada tanggal 6 Desember sebanyak satu kasus, ditambah tanggal 7 Desember terjadi dua kasus. "Ya kasusnya seperti aja (temuan), tidak ada kenaikan," ucapnya.

Menurutnya temuan kasus tersebut berasal dari pasien yang memeriksakan diri dengan gejala demam, flu, batuk. "Pasien baru saja melakukan perjalanan sehingga langsung dilakukan tes COVID-19 dan hasilnya positif. Pasien ini gejalanya ringan sehingga cukup menjalani isoman dan tidak perlu dirawat. Setelah 10 hari isoman pasien sudah sehat lagi," ungkapnya.

3. Puskesmas tetap layani vaksinasi COVID-19

Ilustrasi vaksinasi dosis 3.(Daruwaskita)

Mengantisipasi merebaknya virus COVID-19 saat libur Nataru, stok vaksin COVID-19 di beberapa puskesmas yang menipis, bakal mengajukan tambahan. Saat ini permintaan vaksin COVID-19 baik booster pertama dan kedua masih tinggi, meski puskesmas dalam pelayanannya tidak dilakukan setiap hari.

"Jadi puskesmas sampai hari ini masih melayani vaksinasi COVID-19. Apalagi ini kan menjelang Nataru yang diwarnai dengan pergerakan manusia yang cukup tinggi. Yang jelas masyarakat jangan lengah untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Itu salah satu kunci tak terpapar COVID-19," pungkasnya. 

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article