Penemuan mayat yang mengapung di Sungai Oya, Selopamioro, Imogiri, Bantul.(doc.Polsek Imogiri)
Kapolsek Imogiri, Kompol Sumanto mengatakan penemuan mayat di Sungai Oya itu berawal saat saksi Sarijan (48) warga Padukuhan Putat melihat adanya sesosok mayat yang terbawa arus Sungai Oya dan berhenti tepat di Padukuhan Putat karena terhalang oleh batu dan bambu.
"Kemudian Sarijan memberitahukan kejadian tersebut kepada Aprika Maharani (22) yang merupakan pamong Kalurahan Seloharjo," ucapnya, Kamis (16/2/2022).
Aprika dan Sarijan selanjutnya mendatangi lokasi untuk memastikan keberadaan jenazah tersebut. Setelah dipastikan mayat ada di lokasi selanjutnya Aprika memberitahukan informasi tersebut kepada Babinkamtibmas Polsek Imogiri dan Polsek Imogiri.
"Selanjutnya petugas Polsek Imogiri, bersama relawan dari SAR DIY dan BPBD Bantul melakukan evakuasi jenazah dari Sungai Opak ke daratan yang kemudian dilakukan visum luar oleh Tim Inafis dari Polres Bantul," ungkapnya.
Sumanto mengungkapkan, dalam pemeriksaan visum luar tersebut, korban yang berjenis kelamin perempuan diduga meninggal kurang dari dua hari. Terdapat luka lecet di tubuh korban yang diduga karena gesekan saat terbawa arus sungai. Selain itu tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan serta tidak ditemukan identitas korban.
"Korban saat ditemukan masih menggunakan celana pendek warna biru, kaos warna krem, bra dan celana dalam," ungkapnya.
Karena identitas korban tidak ditemukan akhirnya jenazah di kirim ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.