Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Oya Bantul

Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Oya Bantul
Evakuasi jenazah dari Sungai Oya di Selopamioro, Imogiri, Bantul, pada Kamis (17/2/2022). (facebook.com/SAR DIY DISTRIK BANTUL)
Share Article

Bantul, IDN Times - Warga Padukuhan Putat, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang mengapung di Sungai Oya pada Kamis (17/2/2022) sekitar pukul 08.00 WIB.

S‎osok mayat perempuan tersebut diduga adalah Supartini (42) warga Padukuhan Dengok VI, Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen, Gunungkidul. Ia dilaporkan hilang pada Senin (14/2/2022) dan belum kunjung ditemukan.

1. Kronologi penemuan jenazah di Sungai Oya

Penemuan mayat yang mengapung di Sungai Oya, Selopamioro, Imogiri, Bantul.(doc.Polsek Imogiri)
Penemuan mayat yang mengapung di Sungai Oya, Selopamioro, Imogiri, Bantul.(doc.Polsek Imogiri)

Kapolsek Imogiri, Kompol Sumanto mengatakan penemuan mayat di Sungai Oya itu berawal saat saksi Sarijan (48) warga Padukuhan Putat melihat adanya sesosok mayat yang terbawa arus Sungai Oya dan berhenti tepat di Padukuhan Putat karena terhalang oleh batu dan bambu.

"Kemudian Sarijan memberitahukan kejadian tersebut kepada Aprika Maharani (22) yang merupakan pamong Kalurahan Seloharjo," ucapnya, Kamis (16/2/2022).

Aprika dan Sarijan selanjutnya mendatangi lokasi untuk memastikan keberadaan jenazah tersebut. Setelah dipastikan mayat ada di lokasi selanjutnya Aprika memberitahukan informasi tersebut kepada Babinkamtibmas Polsek Imogiri dan Polsek Imogiri.

"Selanjutnya petugas Polsek Imogiri, bersama relawan dari SAR DIY dan BPBD Bantul melakukan evakuasi jenazah dari Sungai Opak ke daratan yang kemudian dilakukan visum luar oleh Tim Inafis dari Polres Bantul," ungkapnya.

Sumanto mengungkapkan, dalam pemeriksaan visum luar tersebut, korban yang berjenis kelamin perempuan diduga meninggal kurang dari dua hari. Terdapat luka lecet di tubuh korban yang diduga karena gesekan saat terbawa arus sungai. Selain itu tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan serta tidak ditemukan identitas korban.

"Korban saat ditemukan masih menggunakan celana pendek warna biru, kaos warna krem, bra dan celana dalam," ungkapnya.

Karena identitas korban tidak ditemukan akhirnya jenazah di kirim ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

2. Jenazah diduga sebagai Supartini, warga Gunungkidul

Jenazah dikirim RS Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan lebih lanjut.(doc Polsek Imogiri)
Jenazah dikirim RS Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan lebih lanjut.(doc Polsek Imogiri)

Tak lama berselang, Jogo Boyo Kalurahan Dengok, Cahyono, mengatakan penemuan jenazah perempuan di Sungai Oya Bantul dengan ciri-ciri pakaian yang digunakan diduga kuat adalah Supartini yang dilaporkan hilang pada Senin (14/2/2022) yang lalu.

"Keluarga percaya bahwa dari ciri-ciri jenazah yang ditemukan di Sungai Oya Bantul mirip dengan Supartini dari pakaian yang digunakan dan pergi tanpa membawa identitas," ungkapnya saat dihubungi wartawan.

Cahyono mengaku saat ini dirinya bersama dengan anggota keluarga dari Supartini berangkat ke RS Bhayangkara Polda, DIY untuk melihat dan memastikan jenazah adalah Supartini.

"Informasi lebih lanjut akan kami berikan setelah sampai di RS Bhayangkara Polda DIY dan bertemu dengan pejabat yang berwenang," ujarnya.

3. Supartini‎ menghilang sejak Senin pagi

Ilustrasi apel pencarian orang hilang. IDN Times/Istimewa
Ilustrasi apel pencarian orang hilang. IDN Times/Istimewa

Menurut Cahyono, Supartini diketahui pergi meninggalkan rumah pada Senin (14/2/2022) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

"Waktu itu, ibu korban sedang pergi ke pasar. Sesampainya di rumah, ibu korban tidak menemukan keberadaan korban. Informasi dari tetangga koran berjalan di area hutan membawa sabit atau arit," ujarnya.

Saat bertemu dengan tetangganya korban sempat bicara ingin membantu saudaranya memanen padi di sawah. Diduga korban bingung, tidak tahu jalan pulang karena korban baru dua minggu berada di rumah.

"Sebelumnya korban itu tinggal di Bengkulu, di sana korban mengalami sakit dan depresi kemudian oleh orang tuanya dijemput dan dibawa pulang ke Gunungkidul," terangnya.

Pencarian korban selanjutnya dilakukan oleh warga bersama SAR dan Tagana Gunungkidul namun sampai hari ini keberadaan korban belum ditemukan.

"Karena ada temuan mayat di Sungai Oya, kita akan koordinasi dengan SAR di Bantul juga,"ucapnya.‎

Share Article
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More

Aksi Budaya di Bundaran UGM, Massa Ajak Jaga Persatuan

30 Mei 2026, 18:33 WIBNews