Yogyakarta, IDN Times - Perpustakaan Kota Yogyakarta menghadirkan rangkaian kegiatan literasi bertajuk Ramadan di PerpusKota. Program ini mengusung tema Ramadan Penuh Makna: Menguatkan Iman, Menumbuhkan Literasi dan berlangsung sepanjang Ramadan 2026. Kegiatan tersebut digelar di Perpustakaan Kota Yogyakarta, Jalan Suroto No. 9 Kotabaru, serta Perpustakaan Pevita yang berlokasi di Jalan Mayjen Sutoyo No. 32 Mantrijeron.
Ini Program Literasi di Perpustakaan Kota Yogyakarta Selama Ramadan

1. Perpustakaan mendukung pembentukan karakter keislaman
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Afia Rosdiana, mengatakan Ramadan menjadi momen yang tepat untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat. “Selain sebagai sumber informasi, perpustakaan juga menjadi ruang pembelajaran, refleksi, dan membangun karakter,” ujarnya, Jumat (20/2/2026), dilansir laman resmi Pemerintah Kota Yogyakarta.
Ia berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan agar perpustakaan hadir lebih dekat dengan masyarakat sebagai ruang untuk menumbuhkan pengetahuan, inspirasi, serta semangat berbagi yang bernilai ibadah.
“Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, namun juga ruang publik yang mendukung pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman. Karena itu, Ramadan dijadikan sebagai momentum untuk menghadirkan program yang menyentuh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, termasuk pengelola masjid,” terangnya.
2. Beragam kegiatan dalam Ramadan di PerpusKota
Rangkaian kegiatan Ramadan di PerpusKota mencakup program wakaf buku melalui Bank Buku yang disalurkan ke masjid-masjid di Kota Yogyakarta. Selain itu, ada program tukar buku gratis Rotate Your Book serta Pameran Arsip Foto bertajuk “Informasi Syiar Islam Kota Yogyakarta”.
Kegiatan lain yang disiapkan antara lain Kelas Literasi Kreatif (KALISTA) dengan tema “Kreasi Hijab” dan “Kreasi Hampers Lebaran”. Tersedia pula diskusi buku bertema “Rahasia Puasa bagi Kesehatan Fisik dan Psikis” serta “Dahsyatnya Sabar, Syukur, dan Ikhlas”, hingga kelas Aksara Pegon sebagai bagian dari pelestarian literasi Islam Nusantara.
Bagi anak-anak, diselenggarakan Cinema Ramadan, Ramadan Ceria, dan Sabtu Seru edisi khusus Ramadan. Sementara untuk institusi keagamaan, digelar Workshop Pengelola Perpustakaan Masjid guna memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pendidikan dan literasi. Rangkaian ini juga dilengkapi podcast Ramadan yang mengangkat tradisi mendongeng jelang berbuka serta literasi ala Generasi Z.
3. Libatkan kolaborasi dengan berbagai pihak
Afia menambahkan, penyelenggaraan program tersebut melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, tokoh agama, pegiat literasi, hingga masyarakat.
“Kolaborasi ini menjadi kekuatan agar perpustakaan semakin relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kami ingin Ramadan di PerpusKota menjadi program tematik yang terus berkembang dan membawa manfaat nyata bagi warga Kota Yogyakarta,” imbuhnya.
Melalui Ramadan di PerpusKota, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap perpustakaan dapat semakin berperan sebagai ruang belajar yang inklusif, memperkuat keimanan, sekaligus menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat.
Informasi lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatan Ramadan di PerpusKota dapat diakses melalui akun Instagram @puskotjogja.