Mahasiswa jadi tersangka penyebaran hoaks pelecehan seksual anggota BEM UNY. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Perasaan sakit hati itu mendorong RAN mengarang narasi bohong yang menjatuhkan nama MF.
RAN menulis cerita soal seorang mahasiswa baru jadi korban pelecehan seksual oleh seorang anggota BEM FMIPA UNY ke akun X (Twitter) @UNYmfs. Dia mengunggahnya memakai akun palsu @AkunSambatUeu.
RAN yang tak menyebut nama terduga pelaku pelecehan seksual karena berpura-pura takut, lantas cuma mencantumkan nomor induk mahasiswa milik MF di salah satu kolom komentar.
Kata Idham, setelah unggahan ini ramai polisi kemudian bergerak mencari sosok korban termaksud dalam unggahan viral itu pada 10-11 November 2023. Namun demikian, sosok korban tak kunjung ditemukan sampai MF membuat laporan ke Polda DIY atas dugaan pencemaran nama baik, Minggu (12/11/2023) kemarin.
"Sampai dengan saat ini baik kami dari jajaran Ditreskrimsus, kami semua belum ada laporan yang diduga sebagi korban dari postingan tersebut," jelas Idham.
Berbekal laporan polisi MF, polisi kemudian melakukan serangkaian upaya penyelidikan. Alhasil, semua petunjuk mengarah pada sosok RAN selaku pemilik akun palsu @AkunSambatUeu.
Setelahnya, polisi menangkap RAN yang mengaku telah mengunggah narasi bohong soal pelecehan seksual ke akun @UNYmfs.
Dari hasil pemeriksaan barang bukti handphone milik pelaku, polisi menemukan @AkunSambatUeu dan email yang tertaut pada akun X tersebut.
"Email yang tertaut dengan akun X @AkunSambatUeu dengan draft tulisan pada akun WhatsApp milik terlapor yang diunggah pada akun @UNYmfs. Jadi, ditemukan draft tulisan narasi kekerasan seksual di WhatsApp RAN sebelum adanya postingan di akun X @UNYmfs," papar Idham.