Pemerintah Kota Yogyakarta memperkuat branding Kampung Wisata Cokrodiningratan dengan meluncurkan logo baru yang diberi nama "Kasaningrat". (Instagram/kasaningrat)
Sementara Ketua Kampung Wisata Cokrodiningratan, Ambarwati, menjelaskan sejumlah daya tarik yang dimiliki Kampung Wisata Cokrodiningratan antara lain sekolah sungai, konservasi bulus, serta kreasi seni yang berasal dari daur ulang sampah.
"Kami juga memiliki daya tarik wisata religi seperti Gereja Saint Albertus Magnus Catholic dan Kelenteng Kwan Tee Kiong atau yang dikenal sebagai Kelenteng Poncowinatan yang merupakan Kelenteng tertua di Yogyakarta," kata dia.
Selain itu, ada pula paket wisata kasaningrat seperti Tour de Kasaningrat yang mengajak wisatawan berjalan mengelilingi kampung ini. Ada dua rute dalam paket wisata itu yakni rute sumur naga dan rute pamoelangan dengan durasi selama tiga jam.
Untuk rute sumur naga, wisatawan akan diajak melihat situs sumur naga, kemudian melintas di jembatan Gondolayu, Tugu Jogja, Kelenteng Poncowinata, lalu menuju kompleks Pecinan Kranggan.
Sementara untuk rute pamoelangan, kata Ambarwati, wisatawan bakal diajak menuju ke Taman Robin, wisata Code, eks Princess Juliana School, eks Holand Indich School, eks Kweekschool, dan eks indische area.
Tidak ketinggalan, dua kuliner andalan Kasaningrat juga tersaji di kawasan itu yakni tongseng dan sate bulus yang memiliki cita rasa khas turun temurun dengan rempah- rempah pilihan. "Selain itu juga ada peyek kebak dengan rasa tradisional 'khas Yogyakarta dan aneka olahan sawo seperti kue sus fla," katanya.