Yogyakarta, IDN Times - Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dinda Aslam Nurul Hida, menilai kenaikan harga ayam broiler dan telur ayam ras di tingkat peternak tidak bisa hanya dikaitkan dengan kembali bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah libur sekolah. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menyederhanakan penyebab inflasi pangan.
Menurut Dinda, tekanan inflasi pada kelompok bahan makanan bergejolak (volatile food) dipengaruhi berbagai faktor di sejumlah komoditas. Karena itu, lonjakan harga di pasar tidak bisa langsung dianggap sebagai dampak dari satu program pemerintah.
“Kita tidak bisa hanya melihat satu program sebagai penyebab tunggal. Tekanan inflasi pangan saat ini dipengaruhi oleh dinamika yang berbeda di setiap jenis komoditas,” ujar Dinda, Jumat (17/7/2026) dilansir laman UMY.
