Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Haedar Minta Aparat Negara Patriotik dan Profesional dalam Pemilu 2024
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Dok. Humas UMY)

Bantul, IDN Times - ‎Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan pesan khusus kepada para pejabat, aparat negara, TNI-Polri, dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggara pemilu agar menjalankan tugasnya dengan patriotisme, profesionalitas dan sesuai konstitusi.

"Penyelenggara pemilu sebagai yang adil, profesional, dan bertanggung jawab," katanya saat menyampaikan pidato Milad Muhammadiyah ke-111 tahun di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Minggu (19/11/2023).

1. Ajak masyarakat menjaga etika hingga memupuk sikap saling mengharga dan toleransi

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Dok. Humas UMY)

Haedar juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjaga etika, kedewasaan serta memupuk sikap saling menghargai dan toleransi dalam menghadapi dinamika pemilu.

"Semua pihak baik elite maupun warga dihimbau untuk berintrospeksi diri, menjadi teladan dalam mengikuti kontestasi demokrasi," ucapnya.

2. Buktikan warga Muhammadiyah berbeda dengan yang lain

Ilustrasi anggota perserikatan Muhammadiyah.(Dok.Humas UMY)

Bagi pimpinan Muhammadiyah, Haedar meminta perlunya sikap cerdas, rasional, dewasa, bermartabat serta berkeadaban mulia dalam menghadapi Pemilu 2024. Warga Muhammadiyah juga harus berpedoman kepada khittah, kepribadian dan ketentuan tanpa tafsir dan orientasi kepentingan sendiri-sendiri serta bersikap cerdas dalam berpartisipasi maupun menghadapi perbedaan politik.

"Buktikan warga Muhammadiyah berbeda dari yang lain, yaitu politik cerdas adiluhung," terangnya.

3. Pemilu harus dalam koridor konstitusi dan jangan ada penyimpangan

Ilustrasi pemilihan umum.(IDN Times/Daruwaskita)

Lebih lanjut, Haedar mengatakan dalam menghadapi pemilu yang akan berlangsung 14 Februari 2024 yang akan datang berharap pemilu dapat berlangsung sukses, bermartabat dan tetap menjaga keamanan dan persatuan nasional. Pemilu harus tetap berada dalam koridor konstitusi dan jangan ada penyimpangan.

"Para konstestan baik capres-cawapres, tim sukses, pendukung diharapkan dapat bersaing secara demokratis dengan penuh etika dan siap menerima hasil secara sportif," pungkasnya.‎

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article