"Gombloh" sapi dari peternak sapi di Bantul dipilih Presiden Joko Widodo sebagai sapi kurban. IDN Times/Daruwaskita
Gombloh, kata Daru, sudah sering mengikuti kontes sapi di berbagai daerah. Terakhir ia mengikuti kontes sapi di Grabag, Magelang, Jawa Tengah dan meraih juara kelima.
"Inginnya tahun depan ikut kontes sapi lagi namun Gombloh sudah diminta Pak Jokowi jadi rencananya batal," ungkap warga Argomulyo, Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul ini.
Daru mengungkapkan awal mula Gombloh terpilih menjadi sapi kurban Jokowi. Lewat prestasinya di kontes sapi di Grabag yang, seorang mantri hewan meminta supaya Gombloh diajukan menjadi kandidat sapi kurban Presiden Jokowi.
"Awalnya saya berpikiran tak mungkin Gombloh masuk nominasi sapi kurban Bapak Presiden. Apalagi saya masih punya keinginan Gombloh ikut kontes sapi tahun depan. Tak ada pikiran lolos menjadi sapi kuran Bapak Presiden," ucapnya.
Selama mengikuti seleksi, semua berjalan lancar meski sapi saingannya bukanlah sembarang sapi. Sampai pada akhirnya perwakilan Jokowi dari pemerintah pusat memberi informasi bahwa Gombloh terpilih sebagai sapi kurban Presiden.
"Jadi prosesnya dari mantri diajukan ke kabupaten, kemudian naik ke provinsi kemudian sampai ke pemerintah pusat dan prosesnya cepat sekali. Apa iya Gombloh terpilih? Namun akhirnya terjawab ketika perwakilan dari pemerintah pusat menelepon saya langsung," ucapnya.
"Informasi Gombloh menang karena bobotnya yang lebih berat dari sapi lainnya dan sehat. Sementara sapi lainnya diduga mengandung cacing hati," terangnya lagi.
Meski dinyatakan menang, Daru mengaku tak begitu saja melepas sapi kesayangannya sehingga ada proses tawar-menawar harga dan akhirnya disepakati harganya Rp 87 juta.
"Nanti mau dibawa cash dari pusat yang berencana datang langsung ke rumah," katanya.