Geger, Suspect COVID-19 di Bantul Dimakamkan Tanpa Prokes

1. Keluarga tidak mengatakan tentang kondisi sebenarnya

Panewu Sanden, Bangun Rahina mengatakan kejadian pemakaman suspect COVID-19 berawal ketika salah satu warga di Padukuhan Tegalrejo sakit. Keluarga kemudian membawanya ke salah satu rumah sakit di Bantul.
Hasil swab antigen dinyatakan reaktif dan akhirnya ditindaklanjuti dengan uji swab PCR. Namun pasien tersebut akhirnya meninggal di rumah.
Mengetahui salah satu warga meninggal dunia, para tetangga berdatangan untuk memandikan jenazah dan memakamkan tanpa menggunakan APD.
"Warga yang membantu pemulasaran dan memakamkan jenazah tidak tahu jika yang dimakamkan merupakan suspect COVID-19 karena keluarga tidak memberitahukan kepada warga," ungkapnya, Kamis (1/7/2021).
2. Satu hari usai pemakaman warga mendapatkan informasi bahwa jenazah yang dimakamkan suspect COVID-19

Selang satu hari warga mendapatkan informasi bahwa jenazah yang dikuburkan adalah suspect COVID-19 berdasarkan swab antigen yang dinyatakan reaktif. Dan pada saat meninggal sedang menunggu hasil swab PCR.
"Ya yang jelas warga resah karena, yang dimakamkan adalah jenazah suscpect COVID-19 dan hasil antigen reaktif," ungkapnya.
Mengatasi keresahan warga, Satgas COVID-19 Kapanewon Sanden meminta warga agar mengonsumi makanan yang bergizi dan vitamin C , serta melakukan isolasi mandiri.
"Saat ini sedang dilakukan sedang proses pendataan warga yang terlibat dalam pemulasaran dan pemakaman selanjutnya nanti akan dilakukan uji swab oleh petugas dari Puskesmas Sanden. Semoga hasilnya negatif semua," ungkapnya.
3. Warga diminta terbuka terkait riwayat jenazah yang akan dimakamkan

Atas kejadian tersebut, Bangun berharap warga lebih terbuka dan informatif kepada para tetangganya terkait riwayat dari jenazah yang akan dimakamkan agar tidak menimbulkan terjadi keresahan.
"Jangan sampai justru jadi masalah dan membuat resah tetangganya sendiri," ucapnya.


















