Gedung Rama Billiard & Cafe di Mergangsan, Kota Yogyakarta, dilanda kebakaran hebat pada Jumat pagi (3/7/2026). (Dok. istimewa)
Dari pihak Rama Billiard & Cafe, Teknisi Kelistrikan Suwardi menjelaskan kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang office boy yang melihat api di area panggung. Karyawan tersebut sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi api dengan cepat membesar.
"Semalam itu habis closingan live musik itu kelistrikan selalu dimatikan. Terus tadi pagi ada satu karyawan (OB) melihat ada sumber api di panggung," ujar Suwardi.
Karena api semakin besar, upaya penyelamatan barang-barang di dalam gedung tidak dapat dilakukan.
"Tetapi sumber api sudah membesar, mereka minta tolong lari ke sana (dalam) mau selamatkan barang sudah gak mungkin," ungkapnya.
Suwardi menduga kebakaran dipicu gangguan kelistrikan akibat naik turunnya tegangan listrik yang terjadi selama pemadaman bergilir di Kota Yogyakarta. Menurutnya, lonjakan tegangan berpotensi merusak peralatan elektronik meski gedung telah dilengkapi genset otomatis.
"Meski ada genset otomatis tapi ada jeda, itu merusak alat elektronik, inventer itu pernah jebol satu, mungkin dari lonjakan tegangan naik dan turun bisa jadi pemicu," terang dia.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk memastikan penyebab kebakaran.
Suwardi mengatakan sebagian besar bangunan mengalami kerusakan parah. Area yang terdampak meliputi panggung live musik, resto, lounge lantai dua, serta sejumlah ruangan lainnya.
"Kalau dari luar bangunan terlihat masih bagus, tapi di dalamnya udah habis," ungkapnya.
Akibat kebakaran tersebut, operasional Rama Billiard & Cafe dihentikan sementara dan seluruh karyawan diliburkan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari manajemen. Pihaknya memperkirakan kerugian material mencapai lebih dari Rp20 miliar.
"Kemungkinan (kerugian) di atas Rp20 miliar lebih, dari sound sistem saja hampir Rp2,5 miliar sound aja loh, belum lain-lainnya. Dugaan awal karena listrik, kami gak tahu persisnya, kalau dari Inafia tadi mungkin dari jaringan listrik. Kami menunggu dari penyelidikan," terang dia.