Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gedung Biliar di Jogja Kebakaran Diduga Akibat Korsleting, Rugi Rp20 M
Gedung Rama Billiard & Cafe di Mergangsan, Kota Yogyakarta, dilanda kebakaran hebat pada Jumat pagi (3/7/2026). (Dok. istimewa)
  • Kebakaran hebat melanda Rama Billiard & Cafe di Mergangsan, Yogyakarta pada Jumat pagi, diduga bermula dari area panggung live musik sekitar pukul 08.00 WIB.
  • Delapan mobil damkar dikerahkan dengan bantuan dari Bantul dan Sleman; api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.45 WIB tanpa menimbulkan korban jiwa.
  • Penyelidikan polisi masih berlangsung, sementara manajemen memperkirakan kerugian mencapai lebih dari Rp20 miliar akibat rusaknya hampir seluruh bagian gedung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Sebuah gedung Rama Billiard & Cafe di Mergangsan, Kota Yogyakarta, dilanda kebakaran hebat pada Jumat pagi (3/7/2026). Api pertama kali diketahui muncul sekitar pukul 08.00 WIB dari area panggung live musik di sisi timur bangunan.

Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta sekitar pukul 08.15 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, kobaran api telah membesar sehingga Damkarmat Kota Yogyakarta meminta bantuan armada dari Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman untuk mempercepat proses pemadaman.

Delapan Mobil Damkar diterjunkan, dugaan sementara korsleting

Gedung Rama Billiard & Cafe di Mergangsan, Kota Yogyakarta, dilanda kebakaran hebat pada Jumat pagi (3/7/2026). (Dok. istimewa)

Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid, mengatakan objek yang terbakar meliputi ruang billiard dan area kafe.

"Kemudian personel kami ke lokasi, tapi api sudah membesar lalu kami berkoordinasi dengan damkarmat Bantul dan Sleman untuk bantu back up," ujar Taokhid.

Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Penanganan juga melibatkan tim Rescue Ambulance PMI, Puskesmas Mergangsan, serta Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.45 WIB.

Mengenai penyebab kebakaran, Taokhid menyebut dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Namun, petugas masih melakukan proses pendinginan dan pendataan area yang terdampak.

"Dugaan sementara karena korsleting listrik. Untuk berapa ruangan yang terbakar kami masih pemetaan karena sekarang masih pendingan," jelas Taokhid.

Polisi periksa dua saksi, dugaan penyebab masih diselidiki

Sementara itu, penyelidikan juga dilakukan oleh Polresta Yogyakarta. Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, mengatakan polisi telah meminta keterangan dari dua saksi, yakni SA (23), pekerja bagian resto atau kitchen, dan RD (27), seorang office boy.

Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diketahui sekitar pukul 08.00 WIB saat SA masuk ke ruang dapur untuk mulai bekerja. Ketika menyalakan lampu, ia mendengar suara letupan kecil sebelum mengetahui sumber api berasal dari area panggung.

"Namun ketika menghidupkan lampu diruang kitchen atau dapur mendengar suara kretek-kretek dan setelah dicari sumber suara berasal dari bagian panggung yang terbakar," kata Dani Hasan.

SA kemudian meminta bantuan RD untuk memadamkan api. Namun karena kobaran api terus membesar, keduanya keluar gedung untuk meminta bantuan warga sebelum menghubungi Damkarmat dan melapor ke Polsek Mergangsan.

"Kemudian saksi menghubungi Damkarmat dan melapor ke Polsek Mergangsan. Selanjutnya petugas Polsek Mergangsan Mobil Damkar berupaya memadamkan api," ungkap Dani Hasan.

Menurut Dani Hasan, kebakaran menghanguskan ruang resepsionis, resto, panggung beserta perlengkapan band, 36 meja billiard, serta sejumlah ruangan di lantai atas dan bawah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Ruang yang terbakar itu ruang resepsionis, resto, panggung beserta perlengkapan band, 36 meja billiard, ruang atas dan bawah. Jumlah total kerugian belum dapat dipastikan. Korban jiwa juga tidak ada," tutup Dani Hasan.

Manajemen taksir kerugian capai lebih dari Rp20 miliar

Gedung Rama Billiard & Cafe di Mergangsan, Kota Yogyakarta, dilanda kebakaran hebat pada Jumat pagi (3/7/2026). (Dok. istimewa)

Dari pihak Rama Billiard & Cafe, Teknisi Kelistrikan Suwardi menjelaskan kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang office boy yang melihat api di area panggung. Karyawan tersebut sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi api dengan cepat membesar.

"Semalam itu habis closingan live musik itu kelistrikan selalu dimatikan. Terus tadi pagi ada satu karyawan (OB) melihat ada sumber api di panggung," ujar Suwardi.

Karena api semakin besar, upaya penyelamatan barang-barang di dalam gedung tidak dapat dilakukan.

"Tetapi sumber api sudah membesar, mereka minta tolong lari ke sana (dalam) mau selamatkan barang sudah gak mungkin," ungkapnya.

Suwardi menduga kebakaran dipicu gangguan kelistrikan akibat naik turunnya tegangan listrik yang terjadi selama pemadaman bergilir di Kota Yogyakarta. Menurutnya, lonjakan tegangan berpotensi merusak peralatan elektronik meski gedung telah dilengkapi genset otomatis.

"Meski ada genset otomatis tapi ada jeda, itu merusak alat elektronik, inventer itu pernah jebol satu, mungkin dari lonjakan tegangan naik dan turun bisa jadi pemicu," terang dia.

Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk memastikan penyebab kebakaran.

Suwardi mengatakan sebagian besar bangunan mengalami kerusakan parah. Area yang terdampak meliputi panggung live musik, resto, lounge lantai dua, serta sejumlah ruangan lainnya.

"Kalau dari luar bangunan terlihat masih bagus, tapi di dalamnya udah habis," ungkapnya.

Akibat kebakaran tersebut, operasional Rama Billiard & Cafe dihentikan sementara dan seluruh karyawan diliburkan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari manajemen. Pihaknya memperkirakan kerugian material mencapai lebih dari Rp20 miliar.

"Kemungkinan (kerugian) di atas Rp20 miliar lebih, dari sound sistem saja hampir Rp2,5 miliar sound aja loh, belum lain-lainnya. Dugaan awal karena listrik, kami gak tahu persisnya, kalau dari Inafia tadi mungkin dari jaringan listrik. Kami menunggu dari penyelidikan," terang dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article