Penurunan foto Gibran berlangsung ketika rombongan memasuki Ruang Banggar untuk membacakan pernyataan sikap sekaligus beraudiensi dengan jajaran DPRD DIY. Foto tersebut kemudian kembali dipasang setelah rangkaian kegiatan selesai.
Beberapa tokoh yang hadir dalam kegiatan itu di antaranya mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Syukri Fadholi, selaku pelindung Forum Kebangsaan DIY serta Muhammad Chirzin sebagai pembina forum tersebut.
"Kami rakyat Indonesia silaturahmi dengan para wakil rakyat Dewan Perwakilan Rakyat DIY untuk menyampaikan kegelisahan rakyat yang mudah-mudahan kegelisahan ini sampai ke RI 1 untuk ditindaklanjuti, agar suasana kebangsaan kita menjadi lebih kondusif dan kehidupan berbangsa bernegara kita menjadi lebih baik dan sejahtera," kata Chirzin menjelaskan maksud kedatangan pihaknya.
Menurut Chirzin, ada dua persoalan utama yang menjadi perhatian Forum Kebangsaan DIY. Pertama, menyangkut keaslian ijazah Jokowi yang hingga kini mereka anggap belum ditemukan. Kedua, berkaitan dengan riwayat pendidikan Gibran.
"Dalam hal ini pada forum ini kita menuntut dua hal satu bahwa ijazah Jokowi itu tidak ditemukan atau katakanlah menunggu sidang yang besok itu tetapi sudah hampir pasti bahwa ijazah Jokowi itu tidak ada yang asli. Yang kedua adalah ijazah Gibran," papar Chirzin.
"Oleh sebab itu tuntutan kami adalah memakzulkan Gibran adili Jokowi," lanjut dia menegaskan.