Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penampil Soundrenaline Sana Sini di Jogja Pukau Penonton

Kab. Sleman
4 min read
Penampil Soundrenaline Sana Sini di Jogja Pukau Penonton
Penampilan The Adams dalam acara Soundrenaline “Sana Sini di Yogyakarta”, di Ambarrukmo Yogyakarta, Sabtu (31/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Soundrenaline “Sana Sini di Yogyakarta” di Ambarrukmo pada 31 Oktober 2026 menarik ribuan penonton yang menikmati musisi lintas generasi di empat area pertunjukan.

  • The Adams menilai Yogyakarta memiliki kedekatan dengan perjalanan musisi dan mengapresiasi festival sebagai ruang pertemuan karya dengan pendengar serta kebebasan berekspresi.

  • The Cottons mendapat sambutan meriah, sementara festival menghadirkan program kolaboratif dan eksploratif; rangkaian berikutnya dijadwalkan berlangsung di Bandung pada 20–22 November 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sleman, IDN Times – Gelaran Soundrenaline “Sana Sini di Yogyakarta” menghadirkan sederet musisi lintas generasi yang sukses memukau penonton di Ambarrukmo, Sabtu (31/10/2026). Tak hanya menyuguhkan penampilan musik, festival ini juga menjadi ruang pertemuan bagi musisi untuk mengeksplorasi karya dan berkolaborasi.

Ribuan penonton tampak memadati area Ambarrukmo. Mereka berpindah dari satu panggung ke panggung lain untuk menikmati sajian musik yang ditampilkan para penampil.

  1. 1. The Adams miliki kedekatan tersendiri dengan Jogja

    WhatsApp Image 2026-11-01 at 01.06.16-3.jpeg
    Penampilan The Adams dalam acara Soundrenaline “Sana Sini di Yogyakarta”, di Ambarrukmo Yogyakarta, Sabtu (31/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Sejumlah penampil turut memberikan kesan, salah satunya The Adams yang mengaku selalu memiliki pengalaman menyenangkan setiap kali tampil di Jogja.

    Vokalis sekaligus gitaris The Adams, Saleh Husein, mengatakan Jogja bukan sekadar kota tujuan untuk bekerja atau tampil. Baginya, kota ini memiliki kedekatan tersendiri dengan perjalanan para musisi dan seniman.

    "Jogja selalu istimewa. Ke Jogja bukan kayak kita ke luar kota sebenarnya, karena teman-teman musisi, seniman-seniman seni rupa sudah hampir 15 tahun lalu dari kampus ke kampus juga jalan. Kayak main ke teman-teman saja. Jogja selalu menyenangkan," ujar pria yang akrab disapa Ale itu.

    Ia juga mengapresiasi keberlangsungan Soundrenaline yang memberikan ruang bagi musisi untuk mempertemukan karya secara langsung dengan pendengar. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari ekspresi bermusik sekaligus menghadirkan energi baru dalam industri musik.

    "Adanya Soundrenaline kami senang selama masih bikin acara. Ada konteks pertemuan antara karya itu dimainkan langsung ke pendengarnya. Ada konteks ekspresi di dalamnya, energi terbarukan muncul," katanya.

    Senada dengan Saleh, vokalis sekaligus gitaris The Adams lainnya, Ario Hendarwan, mengaku selalu menikmati kesempatan tampil di Jogja. Ia berharap festival musik seperti Soundrenaline tetap memberikan ruang kebebasan berekspresi bagi para musisi. "Selalu seru sih di sini. Semoga Soundrenaline gak melimit kebebasan berekspresi," ungkap Ario.

  2. 2. The Cottons sempat tegang melihat antusiasme penonton

    WhatsApp Image 2026-10-31 at 22.17.44.jpeg
    Penampilan The Cottons dalam acara Soundrenaline “Sana Sini di Yogyakarta”, di Ambarrukmo Yogyakarta, Sabtu (31/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Penampilan lain yang mencuri perhatian datang dari duo indie pop asal Jakarta, The Cottons. Beranggotakan Kaneko Pardede dan Yehezkiel Tambun, mereka tampil pada slot prime time dan mendapat sambutan meriah dari penonton.

    Di balik penampilan energik tersebut, Kaneko mengaku sempat merasakan ketegangan melihat antusiasme penonton. Ia menyebut perjalanan The Cottons sejak kembali merilis karya pada 2024 berkembang di luar ekspektasi awal. Saat itu, mereka tidak memasang target besar dan hanya ingin kembali memperkenalkan musik kepada pendengar.

    "Pas muncul kembali di 2024 itu sebenarnya nothing to lose saja, pokoknya rilis lagu. Tapi ternyata bisa diterima pendengar yang semakin hari semakin banyak, bahkan bisa main di Soundrenaline di beberapa titik. Itu lumayan di luar ekspektasiku," ujar Kaneko seusai tampil.

    Sementara itu, Yehezkiel memiliki pandangan berbeda mengenai perjalanan mereka. Ia menilai aktivitas bermusik sejak 2024 bukanlah sebuah comeback, melainkan fase ketika The Cottons mulai menjalani musik dengan lebih serius.

    Menurutnya, pada awal terbentuk sekitar 2016, mereka masih belum sepenuhnya menentukan arah bermusik, apakah akan menjadikannya proyek serius atau sekadar merilis lagu.

    "Saya sih enggak pernah ngerasa comeback, karena sebenarnya tahun 2016 itu kita mulainya setengah-setengah antara nge-band serius atau cuma sekadar rilis lagu. Nah, di 2024 konsepnya merilis lagu yang lebih serius karena ada tawaran manggung untuk pertama kali. Jadi tepatnya bukan comeback, tapi baru memulai yang lebih serius," jelas Yehezkiel.

  3. 3. Hadirkan kolaborasi lintas generasi dan eksplorasi musik

    WhatsApp Image 2026-11-01 at 01.06.16.jpeg
    Antusiasme penonton Soundrenaline “Sana Sini di Yogyakarta”, di Ambarrukmo Yogyakarta, Sabtu (31/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Soundrenaline “Sana Sini di Yogyakarta” merupakan bagian dari rangkaian Soundrenaline 2026. Festival ini menghadirkan empat area pertunjukan dengan konsep indoor dan garden. Sejumlah musisi dari berbagai generasi dipertemukan dalam satu panggung, termasuk melalui proyek kolaborasi dan penampilan khusus yang jarang ditemukan dalam konser reguler.

    Ada tiga program spesial yang dihadirkan, yakni Unseen, Unplugged, dan The Next Meet Now. Program Unseen menawarkan eksplorasi musikal melalui kolaborasi eksperimental lintas generasi. Sementar Unplugged menghadirkan pengalaman bermusik yang lebih intim melalui aransemen akustik. Adapun The Next Meet Now menjadi ruang bagi talenta baru untuk berkembang sekaligus berkolaborasi dengan musisi yang lebih dahulu dikenal publik.

    Sejumlah penampil yang meramaikan Soundrenaline “Sana Sini di Yogyakarta” di antaranya Efek Rumah Kaca, Yogyakarta Royal Orchestra, Adhitia Sofyan, Brian Prasetyohadi, HIVI!, The Adams, The Cottons, The SIGIT, PORIS, The Jeblogs, dan Colorcode.

    Selain itu, terdapat sejumlah proyek kolaborasi seperti Efek Rumah Kaca x Majelis Lidah Berduri, Avhath x Denisa, Mpruy Koneksyen (Murphy Radio x Beijing Connection), Barmy Blokes x Catzy, serta Lealona x Many West.

    Rangkaian Soundrenaline “Sana Sini” 2026 selanjutnya akan berlanjut ke Bandung pada 20–22 November 2026. Festival ini membawa semangat kolaborasi dan eksplorasi musik ke kota berikutnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More