Sleman, IDN Times - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman saat ini tengah fokus untuk melakukan tracking dan tracing penularan virus corona terhadap kelompok jemaah tablig, termasuk juga yang berinteraksi dengan WNA India.
Joko Hastaryo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menjelaskan, sudah ada 410 orang dari kelompok jemaah tablig yang dilakukan rapid test. Kelompok tersebut di antaranya yang ada di Karangwuni, Condongcatur, Cangkringan, Prambanan dan yang lainnya.
