El Nino Bikin Produksi Padi Tak Optimal, Petani Beralih Komoditas

Yogyakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta (BPS DIY) mencatat produksi padi tahun 2023 mengalami penurunan jika dibanding tahun 2022. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menyebut efek El Nino menjadi salah satu penyebab.
Berdasar data sementara yang dirilis BPS DIY luas panen padi pada 2023 diperkirakan sekitar 105,39 ribu hektare, atau mengalami penurunan sebanyak 5,53 ribu hektare atau 4,99 persen dibandingkan luas panen padi di 2022 yang sebesar 110,93 ribu hektare. Produksi padi pada 2023 diperkirakan sebesar 532,80 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 28,89 ribu ton GKG atau 5,14 persen dibandingkan produksi padi di 2022 yang sebesar 561,70 ribu ton GKG.
Sementara itu produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sekitar 302,65 ribu ton. Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 16,42 ribu ton atau 5,14 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 319,06 ribu ton.
1. Penurunan disebabkan adanya El Nino

Kepala Bidang Tanaman Pangan DPKP DIY, Andi Nawa Candra, menjelaskan penurunan produksi GKG disebabkan adanya dampak El Nino. Dampak El Nino ini berdampak pada produksi pertanian terutama untuk tanaman yang memerlukan kecukupan air.
"Di samping itu tanaman padi yang sudah tumbuh tidak maksimal pertumbuhannya, sehingga hasil produksi tidak optimal. Dampak El Nino ini petani beralih ke komoditas lain yang tidak memerlukan banyak air dalam pertumbuhan tanamannya," ujar Andi.
Disebut Andi ada peningkatan produksi pada beberapa komoditas lainnya yang tidak terlalu membutuhkan air yang banyak. "Seperti palawija, tanaman sauran dan tanaman buah," lanjut Andi.
2. Masalah iklim masih jadi tantangan

Andi menyebut masalah iklim diperkirakan masih menjadi tantangan kedepan. Oleh karena itu, pihaknya mendorong adanya upaya pemanfaatan penggunaan sumber-sumber air, baik melalui irigasi, embung, penggunaan pompa air, dan lain sebagainya.
Selain itu, untuk meningkatkan produksi dilakukan gerakan percepatan tanam di bulan Januari-Februari 2024. "Jangan sampai ada lahan yang terlambat ditanami. Mendorong petani untuk memanfaatkan pupuk organik dalam budidaya dan melaksanakan program IP 400," kata Andi.
3. Luas lahan diperkirakan juga menurun

Saat disinggung mengenai luasan lahan, lahan baku sawah di DIY, Andi menyebut berdasar data BPS tahun 2019 seluas 76.273 hektare. "Dalam 5 tahun terakhir diperkirakan ada penurunan luas lahan sawah," kata Andi.
Andi menjelaskan untuk perlindungan terhadap alih fungsi lahan diatur dalam Perda DIY nomor 6 tahun 2021 tentang perubahan atas Perda DIY nomor 10 tahun 2011 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Perda perlindungan lahan pertanian sudah diimplementasikan dalam pengambilan kebijakan pemanfaatan lahan.
"Perlu ada tindak lanjut dari setiap kabupaten untuk membuat Perda perlindungan lahan pertanian agar implementasinya dapat berjalan lebih baik," ujar Andi.














