Dugaan Kekerasan Seksual Atlet Bantul, Pemkab Panggil KONI dan PGSI

Bantul, IDN Times - Kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami AMS, seorang atlet gulat peraih medali emas Porda DIY 2022, menarik perhatian Wakil Bupati Bantul. Joko Purnomo mengatakan Pemkab Bantul akan memanggil pengurus KONI dan cabang olahraga gulat di Bantul untuk melakukan klarifikasi atas laporan tersebut. Apalagi diduga pelaku merupakan pelatih korban.
"Kita akan panggil pengurus KONI dan Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Bantul untuk melakukan klarifikasi untuk mengetahui duduk perkaranya, sehingga bisa diambil kebijakan selanjutnya," ungkapnya, Kamis (28/10/2022).
1. Anggota DPRD Bantul telah mendapatkan informasi dugaan kekerasan seksual

Hal senada disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Bantul, Komisi D, Eko Sutrisno Aji. Ia mengatakan berita ini sudah menyebar ke sejumlah wakil rakyat di Bantul khususnya Komisi D yang membidangi olahraga. "Sudah saya mendengar kabar itu," ujarnya.
2. Siap kawal kasus

Eko Sutrisno mengaku korban adalah tetangganya, orangtua korban akan bertemu dirinya untuk meminta dukungan atas kasus yang menimpa putrinya. Eko mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa AMS. "Kita tetap menggunakan asas praduga tak bersalah, namun kasus ini jelas mencoreng dunia olah raga di Bantul. Apalagi yang menjadi korban adalah atlet yang meraih medali emas dan dugaan pelakunya adalah pelatihnya sendiri," tandasnya.
"Kami mempercayakan kasus ini untuk ditangani oleh penyidik Polres Bantul. Kami percaya penyidik akan bekerja secara profesional dan kita bersama dengan masyarakat Bantul dan insan olahraga tentu akan mengawalnya," imbuhnya.
3. Telah lakukan pelaporan ke Mapolres Bantul

Sebelumnya diberitakan atlet gulat asal Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, AMS menjadi korban tindak kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh pelatih gulatnya, AS. Atlet gulat peraih medali emas Pekan Olah Raga Daerah (Porda) DIY ke XVI tersebut telah melaporkan ke Mapolres Bantul, Kamis (17/10/2022).
















