Ilustrasi desa wisata. (IDN Times/Dhana Kencana)
Kebangkitan pariwisata di desa pasca pandemik COVID-19 dinilai sangat menjanjikan dan berpotensi menjadi tulang punggung kebangkitan ekonomi desa. Destha mengungkap terdapat empat kunci penting agar desa wisata untuk mampu bertahan dan berkelanjutan.
Pertama, memiliki konsep yang jelas tentang orientasi pengembangan wisata desa yang sesungguhnya. Kedua, memiliki supporting dari pihak internal dan eksternal dalam pengembangannya. Ketiga, pihak pengelola mampu mengelola wisata secara transparan dan inklusif.
Keempat, pengelola paham dan mampu menerapkan prinsip pembangunan wisata berkelanjutan. Meski ada juga kemungkinan risiko ketika desa berkembang tanpa konsep yang jelas sebagai dampak pengembangan wisata.
“Saya sependapat, ada risiko jika perkembangan wisata di wilayah perdesaan tidak terkendali. Ancaman alih fungsi lahan pertanian menjadi ruang yang digunakan untuk usaha wisata di pihak lain justru menjadikan ciri khas pertaniannya hilang,” kata Destha memberi contoh.
Ada juga risiko jika wisata yang dikembangkan tidak dibingkai dengan baik dalam sebuah perencanaan atau master plan pariwisata desa, maka tata ruang perdesaan berubah dan meninggalkan karakter kedesaannya.