Yogyakarta, IDN Times - Dewan Pers menyebut tantangan media di era digital semakin besar. Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, Paulus Tri Agung Kristanto mengungkapkan, salah satunya adalah Google yang akan menerapkan fitur baru Google AI Overviews dalam mesin pencarinya. Pengembangan teknologi baru ini disebut telah diujicobakan.
Dewan Pers Ungkap Tantangan Media Seiring Perkembangan AI

1. Tantangan industri media seiring perkembangan AI
Tri Agung menyebut, teknologi yang dikembangkan disebut menjadi tantangan bagi industri media. Pengembangan Google AI Overviews akan mengubah cara menggunakan atau mencari informasi. Kondisi tersebut bisa merugikan media. Pendapatan media sangat mungkin bisa berkurang. “Jumlah karyawan yang kepangkas akan lebih banyak,” ujarnya.
"Dengan Google AI Overviews ringkasan dari sebuah informasi akan muncul paling atas di mesin pencari. Algoritma dari Search Engine Optimize (SEO) pun akan berubah. Media akan semakin berat, karena media di Indonesia masih mengandalkan page view,” ujar Tri Agung, saat acara Capacity Building Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI Kpw) Yogyakarta, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/9/2024).
2. Media harus bisa beradaptasi
Tri Agung memberikan saran, saat ini media tidak hanya sisi redaksi dan bisnis, tapi harus mengembangkan Teknologi Informasi (TI). “TI saat ini harus kuat,” ujar Tri Agung.
Ia menambahkan, saat ini yang belum bisa tergerus dari ancaman Google AI Overviews tersebut dalam produk audio visual. “Google kan belum bisa meringkas berbagai video yang diunggah,” ungkapnya.
3. Media lakukan diversifikasi usaha
Media agar bisa bertahan menurut Dewan Pers, harus melakukan diversifikasi usaha. “Ada yang mengembangkan riset, ada yang mengembangkan lembaga pendidikan, dan yang lainnya. Ini sangat penting untuk bertahan,” ujarnya.