Cerita Ganjar Kampanye Dihadang Spanduk 02: Tak Ajak Makan

Sleman, IDN Times - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengaku sempat dihadang seseorang yang membawa spanduk paslon 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat dirinya melakukan kampanye di Balikpapan, Kalimantan Timur, hari ini, Selasa (6/2/2024). Hal itu disampaikan Ganjar saat ia menghadiri acara 'Jathil Bareng Mas Ganjar' di Embung Kaliaji, Wonokerto, Turi, Sleman, Selasa.
1. Singgung kejadian Jokowi di Wonosari

Di depan para pendukungnya, Ganjar sempat membicarakan dinamika masyarakat di tengah tahun politik ini. Dia menyinggung peristiwa ketika ada seseorang yang membentangkan spanduk dukungan terhadap dirinya di Pilpres 2024 saat mobil yang ditunggangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melintas di Wonosari, Gunungkidul, DI.Yogyakarta akhir bulan lalu.
Ganjar pun mengaku mengalami hal serupa kala menyambangi Balikpapan. Ia mensinyalir aksi warga Gunungkidul tadi telah menginspirasi peristiwa yang ia alami hari ini.
"Tadi di Balikpapan saya dicegat spanduk, spanduk e 02," kata Ganjar.
Akan tetapi, ia mengaku tak mempermasalahkannya dan justru merasa senang.
"Saya senang, saya senang. Tak ndeki mau, takjaki salaman, takjak madang (saya berhenti, saya ajak salaman, saya ajak makan)," kata Ganjar.
"Nah gini brooo, pemilu ki damai tenang wae rasah nesu mas e (pemilu itu damai, tenang saja nggak usah marah). Bener nggak?" lanjut gubernur Jateng dua periode itu.
2. Masa dimarahi, masa ditangkap

Ganjar lalu mengaku berkenalan dan berinteraksi dengan si pembawa spanduk 02 yang bernama Putra.
"Putra saya tanyain, sejak kapan ngibarkan (spanduk). (Putra menjawab) tadi pak. Anda pasti militan ya, wo iya pak" kata Ganjar.
"Udah berapa kali ikut, ya baru kali ini katanya. Langsung tak jaki madang, ngono (Saya ajak makan, begitu). Mosok diseneni (dimarahi), mosok ditangkep," sambungnya.
3. Ajak bikin situasi adem ayem

Ganjar mengajak para relawan atau simpatisan pendukungnya agar melakukan hal serupa. Yaitu, dengan tidak mengedepankan emosi menghadapi situasi macam ini. Selain itu saling menghormati meski beda pilihan dalam Pilpres 2024.
"Dan damai itu tidak hanya dengan kata-kata gertakan dan mengerikan, maka saya tunjukkan dengan baik," ucap Ganjar.
















