Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cairan Disinfektan Berpotensi Picu Kanker Jika Disemprotkan ke Tubuh

Cairan Disinfektan Berpotensi Picu Kanker Jika Disemprotkan ke Tubuh
Sebelum melaksanakan penyemprotan petugas disterilisasi terlebih dahulu. IDN Times/Daruwaskita
Share Article

Sleman, IDN Times - Banyak gerakan masyarakat yang ditujukan untuk mencegah penularan COVID-19. Seperti halnya melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai tempat umum maupun rumah penduduk.

Peneliti Fakultas Farmasi UGM, Dr.rer.nat. Endang Lukitaningsih menjelaskan, disinfektan bisa digunakan sebagai alternatif mengendalikan jumlah antimikrobia dan virus di ruangan yang berisiko tinggi. Akan tetapi, yang menjadi catatannya, disinfektan tidak dianjurkan untuk disemprotkan ke tubuh manusia.

1. Disinfektan tidak digunakan untuk kulit

IDN Times/Candra Irawan
IDN Times/Candra Irawan

Endang memaparkan, disinfektan adalah bahan kimia yang dipakai untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur kecuali spora bakteri pada permukaan benda mati seperti lantai, furnitur, dan ruangan. Yang menjadi catatannya disinfektan tidak tepat jika digunakan untuk kulit manusia.

“Disinfektan tidak digunakan pada kulit ataupun selaput lendir karena berisiko mengiritasi kulit dan berpotensi memicu kanker. Hal ini berbeda dengan antiseptik yang memang ditujukan untuk disinfeksi pada permukaan kulit dan membran mukosa,” katanya pada Senin (6/4).

2. Disinfektan untuk membersihkan permukaan benda

Relawan melakukan penyemprotan disinfektan di Balikapapan (IDN Times/Hilmansyah)
Relawan melakukan penyemprotan disinfektan di Balikapapan (IDN Times/Hilmansyah)

Menurut Endang, ada berbagai cara untuk menggunakan disinfektan, salah satunya dengan membersihkan permukaan benda dengan mengusap larutan disinfektan di bagian yang terkontaminasi. Seperti, pada lantai, dinding, tombol lift, permukaan meja, daun pintu, dan lainnya. Selain itu, disinfektan juga bisa digunakan dengan teknik spray atau fogging untuk mengendalikan jumlah antimikrobia dan virus di ruangan yang berisiko tinggi.

"Sementara pada ruangan yang sulit dijangkau biasanya digunakan sinar UV dengan panjang gelombang tertentu. Proses ini akan mencegah penularan mikroorganisme patogen dari permukaan benda ke manusia," jelasnya.

3. Ada berbagai produk disinfektan yang bisa digunakan

Bantuan Disinfektan dari CSR PT. Permata Abadi Group kepada Pemkab PPU (IDN Times/Ervan Masbanjar)
Bantuan Disinfektan dari CSR PT. Permata Abadi Group kepada Pemkab PPU (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Endang memaparkan, ada berbagai produk disinfektan yang direkomendasikan untuk disinfeksi. Seperti , sodium hipoklorit, amonium kuartener (sejenis deterjen kationik), alkohol 70 persen dan hidrogen peroksida. Kendati begitu dia menghimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan petunjuk penggunaan pada label agar produk dapat digunakan dengan aman dan efektif.

“Konsentrasi disinfektan yang dipakai perlu diperhatikan. Selain itu waktu kontak antara objek dengan disinfektan antara 1-10 menit tergantung jenisnya, serta gunakan sarung tangan dan pastikan ventilasi yang baik untuk mengurangi paparan saat penggunaan,” paparnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah

Latest News Jogja

See More

Garuda Institute Minta Pemerintah Evaluasi BGN, Ini 7 Rekomendasinya

27 Jun 2026, 18:51 WIBNews