Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Buya Syafii Wafat, Ganjar Kenang Kehangatannya

Buya Syafii Wafat, Ganjar Kenang Kehangatannya
Buya Syafii Maarif. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku berduka dan masih tak percaya dengan kabar wafatnya negarawan sekaligus Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif atau yang akrab disapa Buya Syafii. Pasalnya, ia baru saja menjenguk almarhum beberapa waktu yang lalu.

"Turut berduka karena beliau itu tokoh yang menjadi banyak panutan pendidikan. Kemarin waktu saya menengok beliau itu, kita masih bercanda dan (Buya) memberikan spirit kepada kita yang muda ini," katanya di Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (27/5/2022).

1. Ingin memberi penghormatan terakhir

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Ganjar pun mengaku akan segera memberi penghormatan terakhir pada almarhum Buya Syafii.

"Ya saya mau tunggu dulu, sampai di mana nanti, insyaallah mau ke sana," ucap dia.

2. Kenangan Ganjar soal Buya

Ganjar Pranowo menjenguk Buya Syafii Maarif, MInggu (15/5/2022). (Dok. Pemprov Jateng)
Ganjar Pranowo menjenguk Buya Syafii Maarif, MInggu (15/5/2022). (Dok. Pemprov Jateng)

Ganjar mengingat kembali kenangannya bersama Buya Syafii. Saat masih mahasiswa, ia pernah meminta Buya untuk mengisi ceramah Ramadan di kampusnya.

"Saya masih ingat, saya masih mahasiswa terus minta Buya ngisi ceramah di dalam bulan ramadan seperti itu. Terus kemudian saya ke rumahnya dengan gaya yang sangat santai sekali, beliau sampaikan, 'ya nanti saya ke sana'. Itu luar biasa itu," kenangnya.

3. Buya sempat menyemangati Ganjar

Ganjar Pranowo menjenguk Buya Syafii Maarif, MInggu (15/5/2022). (Dok. Pemprov Jateng)
Ganjar Pranowo menjenguk Buya Syafii Maarif, MInggu (15/5/2022). (Dok. Pemprov Jateng)

Ganjar juga mengaku Buya Syafii sempat memberinya semangat saat ia menjenguk almarhum di RS PKU Muhammadiyah pada 15 Mei 2022 silam. Ia juga mengingat kehangatan Buya saat almarhum menyambut kedatangannya, meski dia tidak berani bertanya banyak karena Buya sedang sakit.

"Beliau menyampaikan mulai dari saya masuk, 'eh pak gubernur apa kabar, maskerku mana maskerku mana, aku mau cerita dulu.' Beliau menyampaikan begitu saya geer gitu, geer betul karena beliau menyambut dengan sangat hangat itu," ungkapnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More

Garuda Institute Minta Pemerintah Evaluasi BGN, Ini 7 Rekomendasinya

27 Jun 2026, 18:51 WIBNews