Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bupati Sleman: Pesta Kembang Api Diizinkan, Asal...

Bupati Sleman: Pesta Kembang Api Diizinkan, Asal...
Ilustrasi pesta kembang api (Unsplash.com/Abdhul Sajeer Puthiyaveettil)
Share Article

Sleman, IDN Times - Perayaan Tahun Baru identik dengan pesta kembang api. Berkaitan dengan itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, memperbolehkan warganya mengadakan pesta kembang api pada saat pergantian tahun. Dengan catatan, sudah memperoleh izin dari kepolisian.

"Boleh (menyalakan kembang api), tapi harus ada ijin dan sesuai ketentuan yang berlaku. Kembang api yang tidak berizin, tidak boleh (digunakan)," ujar Kustini, Selasa (27/12/2022).

1. Perayaan tahun baru penggerak sektor ekonomi

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. (Dok. Humas Pemkab Sleman)
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. (Dok. Humas Pemkab Sleman)

Menurut Kustini, perayaan tahun baru diizinkan karena mampu menggerakkan sektor perekonomian. Namun, kegiatan tersebut mesti sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kalau diperbolehkan (perayaan tahun baru), tentu nanti akan ada ekonomi bergerak di situ. Karena UKM kita bisa ikut. Apalagi Sleman ini jadi tujuan destinasi perayaan tahun baru wisatawan juga. Ada aspek manfaatnya, tapi itu prosesnya harus mematuhi aturan dan regulasi yang ada," ucapnya.

2. Larang konvoi dan sejenisnya

ilustrasi tahun baru (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi tahun baru (IDN Times/Aditya Pratama)

Kustini turut mengimbau masyarakat yang mengadakan acara tahun baru agar memperhatikan keamanan dan ketertiban. Dengan begitu, event tahun baru yang digelar bisa mendatangkan manfaat.

"Euforia boleh tapi ya itu tolong keamanan dan ketertiban umumnya harus diperhatikan. Saya juga melarang adanya konvoi atau bentuk sejenisnya di jalan-jalan," tegas Kustini.

3. Tetap patuhi prokes

ilustrasi warga menggunakan masker (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
ilustrasi warga menggunakan masker (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Kustini juga mengaku tak menerapkan aturan khusus terkait protokol kesehatan. Namun, dirinya meminta warga tetap disiplin mengenakan masker dan mencuci tangan.

"Meski pembatasan aktivitas tidak ada, tapi saya juga tetap mengingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan karena COVID-19. Untuk kebaikan kita semua," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More

4 Faktor Penyebab Lampu Rumah Meledak, Waspada Overheating

31 Mei 2026, 22:10 WIBNews