Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan, Iim Mucharam. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan, Iim Mucharam, mengatakan program pengembangan SDM merupakan implementasi arahan Presiden dalam Asta Cita, terutama terkait ketahanan pangan dan energi sebagai prioritas pembangunan nasional. Menurutnya, kelapa sawit memiliki peran strategis karena tidak hanya menjadi sumber devisa negara, tetapi juga tulang punggung pengembangan energi terbarukan nasional.
"Komoditas sawit tidak lagi hanya dipandang sebagai komoditas ekspor, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kemandirian energi nasional," ujarnya saat konferensi pers Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit 2026 yang digelar di LPP Agro Nusantara, Yogyakarta, Kamis (24/9/2026).
Iim menyebut, Indonesia telah meluncurkan program B50 di Cikampek pada 9 Juli 2026 sebagai salah satu tonggak menuju swasembada energi. Pada 2025, produksi minyak sawit Indonesia mencapai sekitar 51 juta ton dengan luas areal perkebunan 16,83 juta hektare. Sebanyak 42 persen luas perkebunan tersebut dikelola oleh perkebunan rakyat.
Meski demikian, produktivitas sawit nasional masih menjadi tantangan. Rata-rata produktivitas tercatat sekitar 3,6 ton minyak sawit per hektare, masih di bawah rata-rata negara produsen lain yang mencapai 4–5 ton per hektare.
"Kelapa sawit tidak hanya sebagai penggerak ekonomi nasional, tetapi juga sumber kehidupan bagi jutaan keluarga petani. Oleh karena itu, sektor kelapa sawit ini menjadi sektor yang sangat strategis ke depannya," kata Iim.
Untuk meningkatkan produktivitas, BPDP mendukung berbagai kegiatan pengembangan SDM, mulai dari pendidikan, pelatihan, penyuluhan, pendampingan, hingga fasilitasi bagi pekebun. Program ini juga menyasar penyuluh, petugas pendamping, karyawan, pekerja sawit, pengurus kelembagaan pekebun, aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat yang berkaitan dengan industri sawit.
Selain pelatihan, program beasiswa SDM sawit pada 2026 bekerja sama dengan 42 perguruan tinggi dengan jumlah penerima mencapai 5.000 mahasiswa, meningkat dari 4.000 penerima pada tahun sebelumnya. Iim berharap peningkatan kapasitas SDM dapat melahirkan tenaga kerja yang kompeten, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan industri.