BMKG Imbau Warga Sleman Waspada Musim Hujan dan La-Nina

Sleman, IDN Times - Awal musim hujan di Kabupaten Sleman diprediksi terjadi pada dasarian II Oktober. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menjelaskan wilayah Sleman Barat dan Utara lebih akan memasuki musim hujan lebih awal.
Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan awal musim hujan di Sleman Barat dan Utara diperkirakan bersamaan dengan wilayah Kulon Progo bagian Utara. Sedangkan pada pekan III Oktober, musim hujan akan memasuki wilayah Kota Yogyakarta, Bantul dan Sleman bagian Selatan. Untuk minggu pertama di bulan November, Kabupaten Gunung Kidul baru akan memasuki musim hujan.
1. Imbau waspadai fenomena La-Nina

Reni mengatakan bersamaan datangnya musim hujan, BMKG memprediksi adanya fenomena La-Nina yang berpotensi terjadinya cuaca ekstrem yang akan akan menambah intensitas curah hujan hingga 40 persen.
"Normalnya pada bulan Oktober, curah hujan hanya 100-150 milimeter setiap bulannya. Namun saat La-Nina bisa 40 persen lebih banyak," ungkapnya pada Rabu (14/10/2020).
2. La-Nina merupakan fenomena alam periodik

Reni memaparkan La-Nina merupakan fenomena alam periodik, di tahun 2016/2017 pernah melanda Bantul yang diperparah bada Cempaka.
Sedangkan tahun ini diperkirakan terjadi badai tropis di Samudra Hindia. Namun BMKG belum bisa memprediksi apakah badai tersebut akan sampai di perairan Selatan Jawa atau tidak.
"Seperti di tahun 2017 dampaknya akan luar biasa. Namun kita prediksi sepertinya masih belum sampai di perairan Selatan Jawa," katanya.
3. Puncak musim hujan diprediksi terjadi antara bulan Januari dan Februari 2021

Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, BMKG memperkirakan hujan akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2021. Berkenaan dengan hal tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah mewaspadai adanya potensi bencana.
Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo menyatakan ika pihaknya akan melakukan antisipasi awal musim hujan dan prediksi fenomena La-Nina. Pihaknya juga berpesan kepada masyarakat untuk bisa melakukan pantauan ancaman bencana, mulai dari tanah longsor, pohon tumbang dan sebagainya. Bupati juga meminta masyarakat untuk aktif memantau informasi dari BMKG.
"Masyarakat harus waspada dan bisa mengikuti info BMKG melalui medsos yang setiap saat memberikan informasi," terangnya.

















