Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Belasan Warga Gunungkidul Positif Terpapar Antraks
ilustrasi anthrax atau antraks (phil.cdc.gov/James H. Steele)

Gunungkidul, IDN Times - ‎Belasan warga Gunungkidul dinyatakan positif terpapar antraks. Hal tersebut dikonfirmasi Dinas Kesehatan Gunungkidul setelah hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLivet) Bogor keluar.

1. Dinkes terima hasil laboratorium dari BBLivet Bogor‎

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. (IDN Times/Daruwaskita)

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengaku pihaknya sudah menerima hasil laboratorium BBLivet Bogor. Hasilnya, 12 orang terkonfirmasi positif antraks. Mereka terdiri dari lima warga Kapanewon Gedangsari dan tujuh warga Kapanewon Ponjong.

Sebelumnya, ada 26 sampel yang dikirim ke BBLivet, sebanyak 13 orang dari dua kapanewon mengalami gejala mirip antraks yakni muncul kulit melempuh.

"Hanya 12 yang positif, sisanya negatif semua,"katanya, Rabu (9/2/2022).

2. Dinkes Gunungkidul masih melakukan surveilans‎

Dinas Kesehatan Gunungkidul melakukan pemeriksaan warga yang mengalami gejala mengarah ke antraks.(doc.Dinkes Gunungkidul)

Menurut Dewi, pihak Dinkes saat ini masih melakukan pemantauan di lokasi yang muncul kasus antraks.

"Surveilans masih kita lakukan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, dari 26 warga yang bergejala. Satu di antaranya sempat dirujuk ke rumah sakit, tetapi tidak menjalani rawat inap.

"Semua yang bergejala menjalani perawatan di rumah. Satu warga yang dirujuk juga menjalani perawatan di rumah," ucapnya.

3. Konsumsi daging dari hewan yang sehat

Ilustrasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Dewi menjelaskan, penyakit antraks merupakan penyakit zoonosis dan hanya menular dari hewan ke manusia, bukan antarmanusia. Oleh karenanya, warga diminta tetap selektif dalam memilih daging tentunya dari hewan yang sehat.

"Harus selektif dalam memilih daging, pastikan daging yang dikonsumsi dari hewan yang sehat," tuturnya.‎

Editorial Team

Related Article