Ilustrasi Peternakan Sapi. (IDN Times/Shemi)
Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Hendra Wibawa, mengiyakan apa yang dikatakan Bupati Gunungkidul. Hendra bahkan menyebut ada belasan hewan ternak yang mati akibat terpapar antraks.
"Ada hewan yang memang sudah terkonfirmasi bakteri antraks. Kalau hasil dari investigasi kami bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul ada kematian hewan. 11 sapi dan empat kambing," katanya.
"Lima sapi di Kapanewon Ponjong, enam sapi di Kapanewon Gedangsari, dua kaming di Ponjing dan dua kambing di Gedangsari. Laporan pertamakali dipertengahan bulan Desember dan kemudian di bulan Januari dan dilakukan investigasi,"tambahnya lagi.
Pihaknya juga sudah melakukan tindak lanjut dengan pengobatan pada ternak yang terpapar antraks. Jika penanganan cepat dilakukan semakin cepat pula ternak-ternak akan sembuh.
"Ya meskipun sudah kena namun jika cepat ditangani akan sembuh. Hewan-hewan di lokasi tersebut juga tidak boleh keluar. Untuk penanganan butuh waktu tiga hingga empat minggu," ucapnya.