Banyak Event, Jogja Bisa Jadi Percontohan Pengembangan Wisata

Sleman, IDN Times - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyebut Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa menjadi percontohan nasional dalam pengembangan wisata. Hal tersebut tercermin dalam tingkat okupansi hotel di DIY bisa mencapai 90 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat hunian nasional mencapai 54 persen. Sementara DIY bisa mencapai 90 persen, artinya melebihi angka nasional.
1. Tingkat hunian kamar hotel capai 90 persen
Sandi mengungkapkan tingkat hunian kamar hotel per Juni 2023 juga cenderung mendekati angka sebelum pandemik Covid-19. "Jogja ini jauh lebih keren, karena selalu leading dari segi hunian. Per hari ini sudah di atas 90 persen," ungkap Sandi saat membuka Rakernas ASITA IV, di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Selasa (29/8/2023).
Sandi menilai tingginya okupansi hotel di DIY tidak lepas dari banyaknya event yang diselenggarakan. Tidak hanya event internasional, maupun nasional, namun hingga tingkat desa wisata menjadi daya tarik. "Saya berharap ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di DIY, jadi inspirasi daerah lain untuk bangkit," ujar Sandi.
2. Minta Asita turut mengembangkan wisata
Sandi juga meminta Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) sebagai salah satu asosiasi industri pariwisata dapat mengambil peran menyikapi tren positif wisata ini. Termasuk memberikan pelayanan terbaik untuk wisatawan. Asita diharapkan dapat senantiasa fokus melakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Dengan menerapkan 3G yaitu Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), dan Gas Pol (Garap Semua Potensi Online).
“Jangan fokus pada hal-hal negatif. Hindari persepsi yang bisa mengganggu pariwisata dan ekonomi kreatif kita. Saya berharap Asita untuk mendorong penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja. Asita juga punya peran penting karena pariwisata ini adalah pariwisata yang menjadi penopang ekonomi hijau, ekonomi yang dekat dengan keberlanjutan lingkungan,” kata Sandi.
3. Pemda DIY sambut baik penyelenggaraan rakernas Asita
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menuturkan, menjadi suatu kehormatan bagi masyarakat pariwisata Yogyakarta, karena penyelenggaraan Rakernas IV Asita ini membuat Yogyakarta semakin dikenal di kalangan kepariwisataan nasional maupun dunia. Event ini bisa dipastikan akan memberi nilai tambah bagi Yogyakarta yang sekarang ini dinilai sebagai daerah tujuan wisata unggulan, dan sudah mulai bergerak ke arah wisata konvensi tingkat regional dan global, seiring pelaksanaan beberapa acara G20 pada tahun 2022 silam.
Paku Alam mengatakan, setidaknya pariwisata memiliki dua karakteristik yang khas, yakni sifatnya yang multidimensional dan berskala tanpa batas atau borderless. "Dari sifat yang pertama, jika ingin sukses meraih perpanjangan length of stay dan peningkatan tourist-spending, maka dalam menggarap kepariwisataan ini, harus melibatkan berbagai sektor dan kelembagaan. Sementara pada sifat yang kedua, penggarapannya pun harus berskala lintas batas, dengan keterpaduan antar regional," ujarnya.



















