Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Awal Tahun 13 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Bantul

Awal Tahun 13 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Bantul
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Polres Bantul mencatat 160 kecelakaan lalu lintas dan 13 orang tewas selama Januari 2025, dengan kerugian mencapai Rp126.372.400.
  • Kapolres menyatakan bahwa human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan, menekankan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas untuk mencegah kecelakaan.
  • Pengemudi agresif dan kelalaian seperti berkendara dalam kondisi lelah serta menggunakan telepon seluler juga menjadi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bantul, IDN Times - Polres Bantul mencatat selama bulan Januari 2025, terjadi 160 kecelakaan lalu lintas yang menewaskan 13 orang, 196 korban luka ringan, dan kerugian mencapai Rp126.372.400.

1. Penyebab kecelakaan lalu lintas

Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari.(Dok.Polres Bantul)
Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari.(Dok.Polres Bantul)

Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari mengatakan, perlu dilakukan penyelidikan case by case untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.

"Saat ini, human error masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan. Misalnya mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, tidak fokus dalam berkendara, maupun adanya pelanggaran lalu lintas lainnya," katanya, Rabu (5/2/2025).

2. Selalu patuhi rambu-rambu dan aturan lalu lintas

ilustrasi lampu lalu lintas (pixabay.com/WikimediaImages)
ilustrasi lampu lalu lintas (pixabay.com/WikimediaImages)

Menurut Kapolres, salah satu upaya mencegah kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan kelalaian manusia adalah mematuhi rambu lalu lintas.

"Penting untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, termasuk batas kecepatan, rambu lalu lintas, dan marka jalan. Disiplin diri dalam berlalu lintas adalah langkah pertama untuk mencegah kecelakaan," katanya.

3. Ajak pengemudi sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas

ilustrasi pengemudi taksi (pexels.com/Tim Samuel)
ilustrasi pengemudi taksi (pexels.com/Tim Samuel)

Selain itu, terjadinya kecelakaan disebabkan pengemudi yang agresif dinilai menjadi penyumbang angka kecelakaan tinggi. Pengemudi juga harus mempertahankan jarak aman dengan kendaraan yang ada di depannya.

"Hal ini akan memberi ruang dan waktu reaksi yang cukup jika ada perubahan mendadak dalam kecepatan atau arah kendaraan di depan," katanya.

Ia juga mengimbau agar para pengemudi menghindari berkendara dalam kondisi lelah, dan penggunaan telepon seluler saat berkendara, agar tetap berkonsentrasi saat mengemudikan kendaraan.

“Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan,” tandasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More