Salah satu seni instalasi yang ditampilkan di ARTJOG 2026. (IDN Times/Paulus Risang)
Kurator ARTJOG, Farah Wardani, menjelaskan bahwa tema Ars Longa lahir dari refleksi terhadap kondisi dunia seni di Indonesia yang terus berubah, baik dari sisi dukungan negara maupun dinamika sosial. Namun di tengah situasi itu, seniman dinilai tetap konsisten berkarya.
"Negara ini jatuh bangun, dukungan datang dan pergi, tapi seniman tetap berkarya. Kita tetap di sini, kita tetap melanjutkan kerja-kerja kesenian itu, apa pun yang terjadi," kata Farah, Jumat (19/6/2026).
Dari semangat itu, Farah membagi tema besar Ars Longa menjadi tiga sub tema.
Pertama, Generatio, yang berangkat dari ketertarikannya mengamati isu generasi, era, dan periode dalam seni kontemporer, dipengaruhi pula oleh latar belakangnya di bidang sejarah seni. Kedua, Legatum, yang berkaitan dengan momentum dua dekade ARTJOG, di mana sejumlah seniman yang berperan besar membangun ekosistem seni bersama ARTJOG akan turut diundang. Ketiga, Mundus yang berarti "the world", merupakan refleksi dari ketertarikannya pada kerja kuratorial, kelembagaan, hingga kearsipan dan museum.
"Saya senang mengamati bagaimana perkembangan seni kontemporer itu juga merefleksikan semangat zaman. Bagaimana kita di titik waktu sekarang ini, situasinya, dan bagaimana seniman merespons itu," jelasnya.