TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Malioboro untuk Pedestrian#2, Bakalan ada Pertunjukkan Seni Terpanjang

Acara dimulai pukul 15.00 WIB

Wisata di Malioboro, Yogyakarta. (IDN Times/Tunggul Kumoro)

Yogyakarta, IDN Times - Uji coba kawasan Malioboro bebas kendaraan bermotor (ranmor) atau semi pedestrian  dilangsungkan kembali, Selasa (23/7) mulai pukul 06.00 - 21.00 WIB. Ada yang berbeda pada pelaksanaan kali ini dibanding bulan lalu. Acara yang selalu dilakukan tiap Selasa Wage ini terdapat  ada 'panggung' seni budaya terpanjang yang pernah ada.

Menurut informasi dari akun instagram resmi Humas Pemda DIY, @humasjogja, setidaknya ada 15 pertunjukkan yang akan ditampilkan selama uji coba Malioboro semi pedestrian. 

Baca Juga: Konten Atraksi Seni Budaya di Malioboro Bakal Disaring Ketat

1. Ada 15 panggung seni

IDN Times/Tunggul Kumoro

Berikut sederet pertunjukan seni budaya yang ada di Malioboro:

- Inna Malioboro: YK Brass Ensemble (15.00)
- Perpus Malioboro: Diskusi dan Pemutaran Film (15.00)
- Halaman DPRD DIY: Diskusi dan Pemutaran Film (18.00)
- Malioboro Mall: Pentas Wayang Beber, Orchestra Youth Camp MSO, Tarian Reog, Cakil Squad, Macapatan (15.00)
- Pertigaan Jalan Dagen: Coffee Corner, Balcony Jazz Session (19.00)
- Depan Hotel Mutiara: Lelaku Gamelan Virtual, Videowall Exhibition (19.00)
- Gerbang Barat Kepatihan: Bonang Battle, Dialog Budaya dan Gelar Seni "Yogya Semesta" (15.00)
- Plaza SO 1 Maret: Gelar Seni dan Potensi UKM Ekspos Sejarah (15.00)
- Titik Nol Km: Pembelajaran Pantomim (15.00)
- Sonobudoyo/Gedung eks KONI: Sosialisasi Warisan Budaya (15.00)
- Gapura Ketandan: Barongsai Hoo Happ Hwee (15.30)
- Depan Mirota Batik: Traditional Workshop dan Performance (07.00)
- Depan Beringharjo: Campursari (18.00)
- Depan Gedung Agung: Njathil Bareng Polisi (16.00)
- Benteng Vredeburg: Pemutaran dan Diskusi Film (15.00)

2. Pertunjukkan seni terpanjang

IDN Times/Tunggul Kumoro

Sementara Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan, lokasi pertunjukkan merupakan hasil inventarisasi pihaknya untuk titik-titik yang dimungkinkan sebagai venue pagelaran seni budaya. Kriteria pemilihannya dari lingkungan, sisi keluasaan pedestrian, dan pemandangan sekitar panggung.

Ia menambahkan, kecuali acara traditional workshop dan performance di depan Mirota Batik, acara kesenian bakal bakal dimulai sekitar pukul 15.00 WIB 

"Sebelum pertunjukkan seni ini ada, di Hamzah Batik (Mirota Batik) itu kan sudah ada terlebih dahulu. Tapi yang lain, sore semuanya karena fokusnya Selasa Wage pagi itu bersih-bersih. Setelah itu start sore sampai jam 21.00," katanya saat dihubungi, Senin (22/7).

"Kita coba berikan panggung terpanjang kepada seniman dan budayawan yang ingin mengekspresikan potensinya. Karena kesenian Yogya itu potensinya luar biasa. Ini saatnya mereka mengekspresikan kemampuannya," sambung dia.

3. Venue bukan di jalan raya

IDN Times/Tunggul Kumoro

Singgih memastikan, tak ada satu pun pertunjukkan yang di gelar dengan panggung, semua akan dilakukan di area pedestrian mengingat masih ada juga kendaraan yang diperbolehkan melintas seperti Trans Jogja, becak, juga andong.

"Tetap di pedestrian. Survey kami pertimbangan lokasi yakni kalau tempat itu jadi lokasi pertunjukkan, masih ada space. Kalau meluber dikit-dikit ke jalan ya gak apa," imbuhnya.

4. Belum ada kurasi berat

Kraton Yogyakarta

Semua pertunjukkan yang akan ditampilkan hari ini  lanjut Singgih telah melalui kurasi, hanya saja tingkatannya bukan penyaringan ketat alias baru diidentifikasi.

"Karena belum ada kepanitiaan atau lembaga, jadi kemarin dinas pariwisata itu hanya inisiatif mengumpulkan yang punya potensi untuk mengisi. Bersama dengan komunitas dan Dinas Kebudayaan," sebutnya.

Baca Juga: DPRD Kaget Slogan Bantul 'Projotamansari' di Sejumlah Gapura Dihapus

Berita Terkini Lainnya