TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Dinkes Sleman Mulai Swab Massal Awal September, Target 3 Ribu Orang  

Beli alat uji spesimen untuk mempercepat pemeriksaan

Pemeriksaan swab terhadap petugas di RSUD Tabanan (Dok.IDN Times/RSUD Tabanan)

Sleman, IDN Times - Sempat tertunda lantaran laboratorium penuh, program swab massal Dinas Kesehatan Sleman rencananya akan dilakukan kembali awal bulan September mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah memprogramkan swab massal pada Juni hingga akhir Juli 2020. Namun beberapa labolatorium pemeriksaan spesimen di DI Yogyakarta penuh, maka program tersebut terpaksa ditunda.

Baca Juga: Dua Pasien Positif Meninggal, Total Kasus Kematian di Jogja 31 Orang 

1. Dari 5.000 target baru 2.000 yang sudah terealisasi

Seorang tenaga kesehatan memakai alat pelindung diri (APD) melakukan tes swab kepada seorang perempuan untuk tes penyakit virus korona (COVID-19) di Kolkata, India, Kamis (23/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Rupak De Chowdhuri

Awalnya swab massal yang dicanangkan oleh Dinkes Sleman akan menyasar 5.000 spesimen. Namun, karena kondisi labolatorium penuh, hingga kini hanya sekitar 2.000 spesimen yang sudah terealisasi.

"Sementara masih di angka sekitar 2.000 dulu karena tes swab massal kita reschedule menungggu kesiapan labolatorium. Kita rencananya mulai minggu pertama September," ungkapnya pada Kamis (20/8/2020).

2. Beli alat uji spesimen untuk mempercepat pemeriksaan

Ilustrasi. IDN Times/Humas Bandung

Agar program swab massal bisa terealisasikan dengan cepat, pihaknya akan melakukan pembelian alat uji spesimen. Diharapkan alat ini sudah ada pada akhir Agustus 2020.

Menurut Joko, jika Kabupaten Sleman sudah memiliki alat uji spesimen ini maka pihaknya menargetkan dalam satu hari Pemkab Sleman mampu menguji minimal 150 spesimen per hari.

"Perencanaan awal, pengadaan alat berjumlah dua unit, sebelum akhirnya direvisi. Targetnya pekan depan bisa terealisasi. Kalau rencana memang dua unit, tapi mending alat satu lalu beli reagen untuk 1.000 pertama," terangnya.

Baca Juga: Anggota Positif COVID-19, Satpol PP Yogyakarta Akan Skrining Personel

Berita Terkini Lainnya