TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Terima Rujukan Pasien COVID-19, Rumah Sakit Pakai Sisterunas   

Pentingnya koordinasi antar rumah sakit melawan COVID-19

Ilustrasi penanganan pasien virus corona. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Sleman, IDN Times – Video penolakan pasien terduga COVID-19 yang dibuat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bantul, Sagiran menjadi viral. Dalam video berdurasi 1 menit tersebut disebutkan, pasien yang dirawat di Klinik Nur Hidayah dalam keadaan kritis, dan telah ditolak 23 rumah sakit rujukan. 

IDN Times berusaha menelusuri bagaimana sistem rujukan bagi pasien yang diduga terkena COVID-19. 

Baca Juga: Viral Video Pasien Terduga COVID-19 Ditolak 23 Rumah Sakit 

1. Pasien dirujuk melalui Sisrutenas

Ilustrasi penanganan pasien virus corona. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Kepala Bagian Hukum dan Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito, Banu Hermawan membantah rumah sakit rujukan menolak menerima pasien dari Klinik Nur Hidayah. Banu menyatakan, dalam melakukan rujukan pasien, rumah sakit menggunakan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi Nasional (Sisrutenas) yang telah dikeluarkan Kementerian Kesehatan terlebih dahulu.

“Kalau terkait COVID-19, ya pakai Sisrutenas COVID-19,” kata Banu saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (30/3).   

Sistem itu akan memudahkan proses identifikasi lebih lanjut tentang kebutuhan pasien yang dirujuk. 

2. Semua rumah sakit diajak berkoordinasi memerangi COVID-19

Ilustrasi. (IDN Times/Khaerul Anwar)

Banu mencontohkan kerja sistem Sisrutenas COVID-19. Pasien yang menunjukkan gejala yang dicurigai COVID-19, semestinya sudah menjalani tindakan medis sebelumnya di rumah sakit asal. Misalnya, pasien sudah menjalani rontgen paru atau sudah melakukan tes swab.

“Ini memudahkan rumah sakit rujukan menindaklanjuti tindakan terhadap pasien,” kata Banu.

Ia pun mengajak seluruh rumah sakit di DIY bersatu padu memerangi COVID-19 dan saling berkoordinasi menangani wabah ini. “Biar dapat diselesaikan bersama,” kata Banu.

Baca Juga: Rindu Banyak Hal, Ini 15 Keinginan Netizen Jika Pandemi Corona Usai

Berita Terkini Lainnya