TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Sering Keluarkan Awan Panas, BPPTKG Ungkap Merapi di Tahap Ekstrusi   

Sebulan terakhir arah awna panas bergeser menuju Bebeng 

Pengunjung berada di kawasan gardu pandang Gunung Merapi, Kalitalang, Balerantai, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (20/8/2019). Bedasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode (20/8/2019) pukul 06.00 WIB - 18.00 WIB terjadi guguran lava sebanyak 12 kali dengan jarak 350-800 meter arah Kali Gendol. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Kota Yogyakarta, IDN Times - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut saat ini Gunung Merapi berada dalam fase ekstrusi magma. Masa ini ditandai dengan tingginya jumlah kegempaan internal berupa vulkanik dangkal dan semakin intensnya kejadian awan panas dan guguran.

“Hal ini bersumber di kedalaman yang dangkal sekitar 1,5 km dari puncak gunung. Namun mulai tanggal 7 Agustus 2021, intensitas kegempaan mulai turun. Namun hal ini tidak langsung menjadikan aman, karena saat ini merupakan fase keluarnya magma yang harus kita perhatikan,” papar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida melalui pertemuan virtual, Jumat (13/8/2021). 

Baca Juga: Awan panas Merapi Meluncur 3 Km, Barak Pengungsian di Sleman Disiapkan

1. Adanya tambahan suplai magma

ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Berdasarkan periode pengamatan tanggal 15 April hingga 6 Agustus 2021, BPPTKG mencatat total terjadi pemendekan sebesar 3,6 meter.

"Data pemantauan tersebut mencerminkan terjadinya tambahan suplai magma dari dalam. Namun kemungkinan terjadinya eksplosif rendah, karena sistem vulkanik dalam Merapi saat ini cenderung bersifat terbuka," paparnya.

Selama sebulan terakhir, Hanik menyatakan kejadian guguran rata-rata terjadi sebanyak 287 kali sedangkan awan panas 4 kali per hari.

2. Merapi mempunyai 2 sumber magma

Letusan Gunung Merapi terlihat dari bungker Kaliadem, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (17/11/2019). (ANTARA FOTO/Rudi)

Berbeda dengan erupsi sebelumnya, sumber erupsi Merapi saat ini berada dua lokasi yaitu kubah lava barat daya dan kubah lava tengah kawah. 

Volume kubah lava barat daya saat ini sebesar 18,3 juta meter kubik, dengan laju pertumbuhan rata-rata 13 ribu meter kubik per hari. Sedangkan kubah lava tengah kawah saat ini memiliki volume 2,81 juta meter kubik dengan laju pertumbuhan 18 ribu meter kubik per hari. 

3. Arah awan panas bergeser

Awan panas Merapi (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Hanik memaparkan dalam waktu sebulan terakhir arah guguran kubah barat daya mengalami pergeseran dari sebelumnya mengalir ke arah Sungai Boyong, kini menuju arah barat di Sungai Bebeng. 

Berdasarkan pengamatan BPPTKG, erupsi berupa guguran dan awan panas yang dominan saat ini mengarah ke Sungai Bebeng sejauh maksimal 3 km. 

Berita Terkini Lainnya