TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Anomali Cuaca, Petani Harus Waspadai Ancaman Hama 

Petani di lahan hujan mulai terdampak gangguan cuaca

Seorang petani sedang menanam bibit sayur selada. IDN Times/Daruwaskita

Bantul, IDN Times - Anomali yang menyebabkan cuaca panas dalam kurun hampir 2 pekan di saat musim penghujan dikhawatirkan akan menyebabkan merebaknya berbagai hama dan penyakit yang menyerang komoditas pertanian, mulai dari padi hingga tanaman sayuran.

Baca Juga: Ini Penjelasan BMKG Soal Cuaca Panas di DIY Beberapa Hari Terakhir

1. Udara lembap menyebabkan hama cepat berkembang‎

Cabai yang diserang hama keket. IDN Times/Daruwaskita

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikatan (DPPKP) Pemkab Bantul, Imawan Eko Handrianto mengatakan kondisi cuaca yang cukup panas dalam beberapa pekan di musim penghujan akan menyebabkan hama lebih cepat berkembang biak. Hal ini jelas bisa merugikan petani.

"Kondisi yang lembah menyebabkan telur-telur dari hama cepat menetas dan cepat berkembang biak sehingga mengancam tanaman milik petani," katanya‎, Senin (20/1).

2. Kekurangan air, tanaman padi di lahan tadah hujan mulai layu‎

Tanaman padi. IDN Times/Daruwaskita

Menurut Imawan, potensi meledaknya hama tidak saja terjadi pada lahan tadah hujan, lahan irigasi maupun lahan pasir, namun bisa terjadi di semua lahan pertanian.

"Oleh karena itu, petani memang harus hati-hati dalam menjaga tanamannya agar tidak diserang hama," terangnya.

Anomali cuaca seperti yang terjadi saat ini juga membuat tanaman di lahan tadah hujan terancam kekeringan, sehingga harus diairi dengan air irigasi dengan pompa air.‎

"Masalahnya itu, apakah ada sumber airnya? Karena seperti di Dlingo ada beberapa daerah yang warganya kesulitan air bersih," ucapnya.

"Tapi sampai sekarang belum ada laporan yang harus mengolah lahan dan menanam kembali bibit padi akibat dilanda kekeringan di lahan tadah hujan," terangnya lagi.

Lebih jauh, gangguan cuaca ini juga berdampak pada mundurnya musim tanam. Masa tanam pertama yang biasanya pada bulan November-Desember harus mundur sampai Januari karena hujan dan kebutuhan air yang cukup baru terpenuhi di bulan tersebut.

"Ya memang masa tanam pertama di Bantul mengalami kemunduran," ungkapnya.

Baca Juga: Ramalan Cuaca BMKG Sering Meleset, Diledek Kalah dengan Pawang Hujan

Berita Terkini Lainnya